BERAU POST - Menjelang Hari Raya Iduladha, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Berau, berjalan sesuai syariat Islam dan memenuhi standar kesehatan hewan.
Salah satu langkah yang kini diperkuat ialah pembinaan Juru Sembelih Halal (Juleha), serta pengawasan terhadap penjualan hewan kurban di lapangan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiono, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan kurban, khususnya para pengurus masjid dan juru sembelih hewan kurban.
Menurutnya, dukungan yang diberikan Kemenag tidak hanya sebatas pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi lebih difokuskan pada pembinaan dan pelatihan agar proses penyembelihan hewan kurban benar-benar sesuai syariat.
“Kami fokus melakukan pembinaan kepada pengurus masjid melalui pelatihan juru sembelih halal,” ujarnya kepada awak media Rabu (13/5).
Kabul menjelaskan, pelatihan Juleha menjadi sangat penting karena tidak semua orang memiliki kemampuan dan keberanian untuk menyembelih hewan kurban sesuai ketentuan agama.
Bahkan, menurutnya, ada sebagian masyarakat yang memahami teknik penyembelihan namun tidak memiliki keberanian, begitu pula sebaliknya.
“Tidak semua orang bisa dan berani menyembelih. Ada yang bisa tapi tidak berani, ada juga yang berani tapi tidak bisa. Karena itu kita latih mereka agar pelaksanaan kurban berjalan dengan baik dan sesuai syariat,” jelasnya.
Melalui program pembinaan tersebut, Kemenag Berau bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi Islam terus memperkuat kompetensi para juru sembelih halal di berbagai wilayah.
Saat ini, setiap kecamatan di Kabupaten Berau disebut telah memiliki tenaga Juleha yang siap membantu pelaksanaan kurban di masjid maupun lingkungan masyarakat.
Keberadaan tenaga Juleha ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban, mulai dari proses penyembelihan hingga penanganan daging kurban agar tetap sesuai dengan aturan agama.
Selain fokus pada pembinaan SDM, pengawasan terhadap penjualan hewan kurban juga menjadi perhatian serius menjelang Iduladha.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat kesehatan dan layak dijadikan hewan kurban.
Kabul mengungkapkan, menjelang hari raya biasanya banyak pedagang musiman yang mulai menjual hewan kurban di sejumlah titik.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar masyarakat tidak membeli hewan yang mengalami cacat fisik atau tidak memenuhi ketentuan syariat.
“Kalau pedagang yang memang sudah lama berjualan mungkin relatif aman. Tetapi yang musiman ini yang perlu kita awasi bersama,” katanya.
Untuk memperketat pengawasan, Kemenag Berau akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk dinas peternakan, satgas halal, serta tim Juleha untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi penjualan hewan kurban.
Sementara itu, terkait pelaksanaan kurban secara terpusat seperti yang biasanya dilakukan di Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Kabul menyebut pihaknya masih menunggu keputusan dan koordinasi lebih lanjut dari pemerintah daerah.
“Kita masih menunggu informasi dari pemerintah daerah. Biasanya memang pelaksanaan kurban dilakukan di Masjid Agung setelah salat Iduladha,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi