BERAU POST – Semangat kreativitas dan bakat seni para pelajar sekolah dasar di Kabupaten Berau kembali mendapat ruang untuk berkembang melalui Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat Kabupaten Berau tahun 2026.
Ajang tahunan itu diikuti siswa sekolah dasar dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Para peserta tampil membawa kemampuan terbaik mereka dalam berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Sumiati, mengatakan, FLS3N menjadi wadah penting bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni serta sastra sejak usia dini.
“Anak-anak tampil luar biasa dan menunjukkan kreativitas yang membanggakan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yakni menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita dan seni tari.
Penampilan para siswa menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari lantunan vokal peserta menyanyi solo, gerakan ekspresif pantomim, hingga tarian tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan.
Tak hanya itu, kreativitas siswa juga terlihat melalui karya seni kriya, kemampuan mendongeng, serta imajinasi yang dituangkan dalam lomba gambar bercerita dan menulis cerita.
Menurut Sumiati, keberhasilan para siswa tampil maksimal tidak terlepas dari peran besar guru dan pendamping di masing-masing sekolah.
Selama beberapa bulan terakhir, para guru terus memberikan pelatihan intensif guna mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi tingkat kabupaten tersebut.
“Kemenangan hari ini adalah buah dari kolaborasi antara semangat murid dan ketelatenan para guru pembimbing dalam mengasah bakat sejak dini,” katanya.
Pun para guru tidak hanya melatih kemampuan teknis siswa, tetapi juga membangun mental dan rasa percaya diri anak-anak sebelum tampil di hadapan dewan juri.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para guru pembimbing di setiap sekolah. Berkat bimbingan mereka, kualitas penampilan siswa tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari segi estetika maupun kepercayaan diri,” tambahnya.
FLS3N tingkat kabupaten ini juga menjadi tahapan penting bagi para peserta untuk melaju ke kompetisi tingkat berikutnya. Para juara pertama dari masing-masing cabang lomba nantinya akan menjadi delegasi resmi Kabupaten Berau pada FLS3N tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Disdik Berau pun menaruh harapan besar kepada para pemenang agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Persiapan lanjutan akan dilakukan agar para perwakilan Berau dapat tampil maksimal membawa nama daerah.
“FLS3N tingkat kabupaten ini merupakan pintu gerbang utama. Murid-murid terbaik yang berhasil meraih juara pertama akan dipersiapkan untuk melaju ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat seni dan sastra siswa di Kabupaten Berau. Dukungan tersebut dinilai penting agar generasi muda daerah memiliki ruang untuk berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni budaya.
Sumiati berharap, keikutsertaan siswa dalam FLS3N mampu menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, percaya diri dan berani tampil.
Selain menjadi ajang kompetisi, FLS3N juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsekolah dan antarpelajar dari berbagai kecamatan di Berau. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat saling mengenal dan bertukar pengalaman dalam dunia seni dan sastra.
“Harapan kami tentu para pemenang tahun ini mampu menembus tingkat nasional dan membawa nama harum Kabupaten Berau di bidang seni dan budaya,” tuturnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi