BERAU POST – Puluhan penumpang maskapai Sriwijaya Air, mengamuk akibat delay selama 12 jam di Bandara Kalimarau, Selasa (5/5) malam.
Salah seorang penumpang, Erni, mengungkapkan, pembatalan dilakukan setelah penumpang menunggu berjam-jam tanpa kepastian.
“Kami mulai siang di sini (bandara,red) tapi belum ada kepastian,” paparnya.
Pihak maskapai, lanjutnya, akan mengembalikan dana tiket secara penuh (Refund), serta penjadwalan ulang penerbangan pada Rabu (6/5) pukul 17.00 Wita. Namun, tawaran tersebut tidak sepenuhnya diterima penumpang.
Sejumlah penumpang menolak karena khawatir penundaan kembali terjadi. Selain itu, beberapa di antaranya sudah memiliki jadwal lanjutan perjalanan menggunakan pesawat lain, termasuk telah membeli tiket kapal penyeberangan.
“Kompensasi ini yang belum jelas dari maskapai. Ini jelas merugikan penumpang,” tegasnya.
Situasi semakin memprihatinkan, ketika salah satu penumpang yang dalam kondisi sakit harus kembali dilarikan ke rumah sakit. Penumpang tersebut dijadwalkan menjalani cuci darah pada Rabu (6/5), namun kondisinya menurun akibat pembatalan penerbangan.
“Tadi dibawa kembali ke rumah sakit, karena kondisinya drop,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, keterlambatan penerbangan bukan kali pertama terjadi pada maskapai tersebut. Penumpang berharap, ada evaluasi serius demi meningkatkan pelayanan dan kenyamanan.
“Ini sudah sering terjadi, harus ada perbaikan dari maskapai ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, membenarkan pembatalan penerbangan tersebut. Ia menjelaskan, pesawat mengalami kendala teknis.
“Pesawat Sriwijaya Air sedang mengalami gangguan teknis, sehingga dilakukan pembatalan penerbangan,” katanya.
Ia mengatakan, perwakilan manajemen Sriwijaya memberikan dua opsi, apakah pengembalian dana tiket atau kembali diberangkatkan pada Kamis (7/5).
“Jadi rute yang delay itu, UPG-BEJ-BPN,” tuturnya.
Ia mengatakan, saat ini kondisi sudah kondusif, aebagianpenumpang menerima pergantian uang tiket dan sebagian lagi setuju berangkat pada besok (hari ini,red).
“Sudah kondusif dari semalam,” tutupnya. (hmd)
Editor : Nurismi