Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pertahankan Prestasi di Kaltim, Dispusip Berau Genjot Standarisasi Perpustakaan Sekolah dan Kampung

Nurismi • Jumat, 1 Mei 2026 | 07:35 WIB
ILUSTRASI: Para pengelola perpustakaan sekolah, kampung, kecamatan mendapat bimtek pengelola dasar perpustakaan dari Dispusip Berau. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Para pengelola perpustakaan sekolah, kampung, kecamatan mendapat bimtek pengelola dasar perpustakaan dari Dispusip Berau. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan dasar perpustakaan bagi para pengelola perpustakaan di Bumi Batiwakkal.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Mei, sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan agar lebih profesional dan sesuai standar.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dispusip Berau, Nurseha, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas dan inovasi tenaga perpustakaan, sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik di lapangan.

Menurutnya, perpustakaan yang layak dikunjungi harus memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. Untuk itu, pemahaman dasar terkait pengelolaan perpustakaan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Komponen dasar seperti pengembangan koleksi, klasifikasi, katalogisasi, layanan dan promosi, hingga preservasi harus dipahami oleh setiap pengelola perpustakaan,” ujarnya, Senin (28/4). 

Melalui bimtek ini diharapkan para peserta mampu menyerap ilmu dasar pengelolaan perpustakaan dan menerapkannya saat kembali ke tempat tugas masing-masing. 

Dengan begitu, kualitas layanan perpustakaan di Berau dapat meningkat dan lebih menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Adapun peserta bimtek kali ini berasal dari berbagai latar belakang pengelola perpustakaan, mulai dari perpustakaan sekolah, kampung atau kelurahan, kecamatan, hingga perpustakaan khusus. 

“Hampir setiap tahun kami rutin melaksanakan kegiatan serupa sebagai bentuk pembinaan yang berkelanjutan,” katanya. 

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, seperti pengolahan bahan pustaka, strategi promosi perpustakaan, peningkatan layanan, hingga teknik preservasi koleksi.

Materi ini dirancang agar dapat langsung diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing perpustakaan.

Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar. Dibebernya, perpustakaan kerap belum dianggap sebagai kebutuhan penting, sehingga berdampak pada keberlanjutan pengelolaan.

“Salah satu tantangan utama adalah sumber daya manusia. Pengelola perpustakaan sering berganti, sehingga harus dilakukan pelatihan dari awal lagi,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan masih banyaknya perpustakaan yang belum terstandarisasi sesuai ketentuan nasional.

Padahal, Kabupaten Berau dalam dua tahun terakhir mencatat prestasi sebagai daerah dengan jumlah akreditasi perpustakaan terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur.

“Prestasi itu tentu membanggakan, tetapi di sisi lain masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam pemerataan kualitas pengelolaan perpustakaan,” tambahnya.

Oleh karena itu, bimtek ini dinilai penting sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan, sekaligus mendorong percepatan standarisasi.

Sebagai tindak lanjut, Dispusip Berau tidak berhenti pada pelatihan saja. Akan dilakukan mentoring, monitoring, serta evaluasi untuk memastikan materi yang telah diberikan benar-benar diterapkan di lapangan.

“Diharapkan perpustakaan di Berau tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat literasi yang aktif, inovatif, dan mampu menarik minat masyarakat luas,” harapnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Dispusip Berau #akreditasi #prestasi