Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Cuma Wisata, Maratua dan Derawan Kini Diarahkan Jadi Pusat Budidaya Laut Unggulan di Kaltim

Nurismi • Rabu, 29 April 2026 | 18:40 WIB
ILUSTRASI: Diskan Berau mengembangkan sektor perikanan melalui klasterisasi budidaya untuk memetakan potensi daerah dan menarik investasi. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Diskan Berau mengembangkan sektor perikanan melalui klasterisasi budidaya untuk memetakan potensi daerah dan menarik investasi. (IZZA/BP)

BERAU POST – Upaya memperkuat sektor perikanan terus digenjot Pemerintah Kabupaten Berau, dengan pendekatan yang lebih terarah.

Salah satunya melalui strategi klasterisasi kawasan budidaya yang kini mulai diterapkan untuk memetakan potensi sekaligus membuka peluang investasi di daerah.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono, mengatakan, pihaknya mengelompokan wilayah berdasarkan jenis budidaya. Hal itu menjadi langkah penting agar pengembangan sektor perikanan berjalan secara merata.

Dengan sistem klaster, setiap kawasan difokuskan pada komoditas tertentu, sehingga lebih efisien dan terukur.

Dijelaskan, Kabupaten Berau telah dibagi menjadi tiga sentra utama, yakni budidaya air tawar, air payau, dan air laut. Pembagian ini disusun berdasarkan karakteristik geografis dan potensi sumber daya di masing-masing wilayah.

“Untuk budidaya air tawar, pengembangan dipusatkan di kawasan penyangga perkotaan,” sebutnya, Selasa (28/4). 

Adapun empat kecamatan ditetapkan sebagai penggerak utama, yaitu Sambaliung, Gunung Tabur, Tanjung Redeb, dan Teluk Bayur.

Pihaknya akan memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga sarana dan prasarana pendukung seperti kolam terpal bulat.

Sementara itu, sektor budidaya air payau dibagi ke dalam tiga zona. Wilayah utara difokuskan di Kampung Pegat Betumbuk, Kecamatan Pulau Derawan. Untuk zona tengah berada di kawasan Suaran, sedangkan wilayah selatan dipusatkan di Tabalar Muara. 

“Pembagian ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pesisir yang selama ini belum tergarap maksimal,” harapnya. 

Adapun untuk budidaya laut, pengembangannya diarahkan pada dua titik utama. Kawasan utara mencakup Kepulauan Maratua dan Derawan yang dikenal memiliki kekayaan laut melimpah.

Sedangkan wilayah selatan meliputi Batu Putih dan Biduk-Biduk yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Ia menegaskan, klasterisasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang telah disusun secara sistematis.

Dengan adanya pemetaan yang jelas, baik pemerintah maupun calon investor kini memiliki gambaran konkret terkait lokasi dan jenis usaha yang dapat dikembangkan.

“Data sudah kita siapkan. Jadi ketika ada investor yang masuk atau masyarakat ingin mengembangkan usaha, kami tinggal memberikan informasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meski kewenangan teknis untuk budidaya air laut dan payau berada di bawah pemerintah provinsi, Diskan Berau tetap mengambil peran dalam aspek perencanaan serta pembinaan sumber daya manusia.

“Ini dinilai penting agar pelaku usaha lokal tetap mampu bersaing dan berkembang,” katanya.

Dari sisi progres, pengembangan sentra air tawar saat ini masih berada pada tahap persiapan. Fokus utama mencakup penyiapan lahan serta penyusunan dokumen perencanaan sebagai dasar pengadaan sarana pendukung. Pihaknya menargetkan seluruh program dapat terealisasi secara optimal.

Sektor perikanan budidaya di Berau diharapkan mampu menjadi salah satu penopang ekonomi daerah,” tandasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#kekayaan laut #Pulau maratua #derawan