BERAU POST - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Ashari yang dikonfirmasi pada Senin (27/4) mengaku, saat ini memang pihaknya kekurangan personil.
Di tengah efisiensi anggaran, ia berharap agar ada penambahan personil untuk daerah yang belum ada petugas kebersihan.
“Harapannya seperti itu,” tuturnya.
Zulkifli mengatakan, pihaknya juga fokus untuk masalah kebersihan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang bijak dan benar. Langkah ini diambil untuk kembali menyabet Adipura yang sempat diraih beberapa tahun lalu.
“Memang banyak PR yang harus dikerjakan, secara bertahap,” tuturnya.
Zulkifli mengatakan, sesuai dengan Permen LHK Nomor.75 Tahun 2019 mengatur tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Aturan ini merupakan tonggak penting karena mewajibkan pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dari produk dan kemasannya (prinsip Extended Producer Responsibility atau EPR).
“Ini juga akan kami tekan di Berau,” tuturnya.
Selain itu, saat ini pihak DLHK sangat menekankan transformasi pengelolaan sampah melalui strategi nasional dan kolaborasi dengan masyarakat. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku masyarakat agar kebersihan lingkungan menjadi budaya sehari-hari.
“Ini program nasional yang kami terapkan juga,” ungkapnya.
Selain melakukan sosialisasi, Zulkifli menururkan, akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan arahan dan juga membantu gotong royong. Melakukan kebersihan lingkungan akan kembali diterapkan minimal sebulan satu kali.
“Ini juga langkah mencegah DBD,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, terkait alat yang mangkrak di DLHK, diakuinya memang untuk alat kerusakan sangat sulit dan kos operasional sangat tinggi. Sehingga pembersihan akan dilakukan secara manual terlebih dahulu.
“Sparepartnya sangat sulit,” tuturnya.
Lebih lanjut, untuk masalah kebersihan di area pariwisata, Zulkifli menegaskan, hal ini menjadi tanggung jawab bersama. “Semua berperan aktif, tidak hanya DLHK saja,” tutupnya. (hmd)
Editor : Nurismi