Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lahirkan Wirausaha Baru di Pedalaman, 20 Pengrajin Segah Digembleng Teknik Anyaman Rotan Modern

Nurismi • Selasa, 21 April 2026 | 18:45 WIB
PELATIHAN: Diskoprindag dan Dekranasda menggelar pelatihan anyaman rotan di Kecamatan Segah, Senin (20/4). (BERAU POST)
PELATIHAN: Diskoprindag dan Dekranasda menggelar pelatihan anyaman rotan di Kecamatan Segah, Senin (20/4). (BERAU POST)

BERAU POST - Pemkab Berau melalui Diskoperindagkop, bekerja sama dengan Dekranasda, melaksanakan pelatihan kerajinan produk anyaman rotan di Kantor BKKBN Kecamatan Segah, Senin (20/4).  

Pelatihan ini sendiri diikuti sebanyak 20 peserta, yang merupakan perwakilan kampung yang ada di Kecamatan Segah. Pelatihan ini diwacanakan akan berlangsung selama 9 hari.

Pembukaan acara pelatihan ini juga dihadiri Kepala Diskoprindag Berau, Eva Yunita, Kepala Diskominfo, Didi Rahmadi, Wakil Ketua Harian Dekranasda Berau, Sulasih Said dan juga Camat Segah, Toris. Serta unsur Forkopimda lainnya. 

Sulasih Said menjelaskan, ini adalah bagian  program perencanaan dan pembangunan industri tahun 2026 Diskoperidagkop. Maksud dan tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah mengembangkan keterampilan, dengan melatih peserta dalam mengolah rotan menjadi produk kerajinan yang bernilai.

“Kami berharap, dengan olahan ini bisa menjadi oleh-oleh,” ujarnya.

Yang kedua, kata Sulasih, melestarikan tradisi kerajinan lokal yang berbahan dasar alam yang tersedia di kampung Kecamatan Segah, dan yang ketiga adalah mendorong peserta untuk berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan produk kerajinan unik dari bahan rotan.

“Sasaran, dari kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah pengrajin yang telah memiliki kemampuan membuat kerajinan, namun belum memiliki kemampuan yang baik dalam membuat kerajinan anyaman rotan,” ungkapnya.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini, adalah peserta tumbuh sebagai wirausaha baru dan berpeluang untuk membuka usaha sendiri, atau bekerja sama dengan pihak lain dalam bidang kerajinan anyaman rotan.

Selain itu diharapkan pula peserta dapat menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas dan memiliki nilai estetika, dan terdorong untuk meningkatkan kualitas produk dengan keanekaragaman dan variasi produk yang dihasilkan.

“Harapan kita semua produk kerajinan anyaman rotan ini bisa menjadi souvenir, atau oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah Kecamatan Segah, dan  peserta dapat menghitung harga pokok penjualan produk kerajinan yang akan dijual,” harapnya.

Dijelaskan pula, bahwa pihaknya menghadirkan narasumber pelatihan kerajinan anyaman rotan sebanyak 3 orang, yakni Yuna ,Yuyun Saputra dan Maulin Azis dari UPT pelatihan koperasi Diperindak usaha kecil dan menengah Provinsi Kalimantan Timur.

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan narasumber yakni Baungggerung dan Yuliana, yang merupakan pengrajin anyaman dari Kampung Bena Baru, Sambaliung.

“Adapun metode sosialisasi yang akan kita laksanakan ke depan adalah, berupa presentasi dialog interaktif dan partisipasi partisipatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menyatakan siap melakukan pendampingan dan penguatan bagi para pengrajin, mulai dari hilirisasi produk, pelatihan, pengurusan legalitas usaha, pengemasan, hingga pemasaran.

Dikatakan, potensi kerajinan rotan yang tumbuh di wilayah pedalaman Berau mulai dilihat sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

“Rotan ini salah satu potensi yang cukup besar di Berau, terutama di wilayah seperti Segah,” tuturnya.

“Kalau dikelola dengan baik, bukan hanya bernilai ekonomi, tapi juga bisa mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis alam,” lanjutnya, Senin (20/4).

Ke depan diharapkan ada keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan sektor ini, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga pihak ketiga seperti perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Segah. Kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat ekosistem usaha masyarakat. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#anyaman rotan #produk anyaman #ekonomi kreatif