BERAU POST - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga daerah.
Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus utama adalah peningkatan fasilitas olahraga sebagai fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan berbagai program pengembangan olahraga.
Namun, realisasi seluruh program tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, dengan jumlah 63 cabang olahraga (cabor) yang aktif di Kabupaten Berau, kebutuhan pembinaan dan fasilitas tentu sangat beragam dan memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit.
Kondisi keuangan daerah saat ini membuat tidak semua usulan dapat langsung diakomodasi.
“Kami memiliki banyak program yang dirancang untuk kemajuan olahraga. Namun, terkendala kondisi keuangan daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Taupan menegaskan bahwa fasilitas olahraga tetap menjadi prioritas utama. Ia menilai, tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pembinaan atlet tidak akan berjalan maksimal.
Oleh karena itu, KONI Berau menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang mulai merealisasikan pembangunan sport center pada tahun ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang mulai membangun sport center,” tuturnya.
Pembangunan sport center tersebut, lanjutnya, merupakan revisi dari perencanaan sebelumnya saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi, khususnya keterbatasan kapasitas GOR Pemuda Tanjung Redeb.
Selama ini, GOR Pemuda kerap menjadi pusat kegiatan olahraga, namun daya tampung yang terbatas sering memicu ketidaknyamanan, bahkan berpotensi menimbulkan kericuhan saat event besar berlangsung.
“Ini menjadi jawaban atas tantangan yang selama ini kita hadapi. Saat pelaksanaan event, GOR Pemuda sering tidak mampu menampung penonton sehingga berpotensi menimbulkan keributan,” jelasnya.
Dirinya pun berharap pembangunan sport center dapat dilakukan dengan skema multi years atau tahun jamak.
Menurutnya, pendekatan ini lebih realistis mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif dan berstandar.
“Saya berharap pembangunan ini bisa dilakukan secara multi years. Jika hanya mengandalkan satu tahun anggaran, tentu akan sangat berat karena kebutuhan dananya cukup besar,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada fasilitas utama, KONI Berau juga mulai memikirkan pengembangan olahraga berbasis pariwisata atau sport tourism.
Salah satu rencana yang tengah didorong adalah pembangunan sirkuit balap yang telah masuk dalam visi dan misi kepala daerah.
Taupan menyebut, pihaknya telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah sukses mengembangkan sport tourism.
Ia optimistis, jika rencana tersebut terealisasi, Berau tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi destinasi olahraga yang menarik bagi wisatawan.
“Kami sudah melakukan studi banding ke beberapa daerah. Harapannya, pembangunan sirkuit ini bisa segera terwujud dan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi