Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Anak Muda Berau Lebih Pilih Tambang, Gamalis: Modernisasi Alsintan Kunci Tarik Minat Petani Milenial

Nurismi • Minggu, 12 April 2026 | 09:35 WIB
MODERNISASI PERTANIAN: Generasi muda didorong ikut aktif di dunia pertanian. (SENO/BP)
MODERNISASI PERTANIAN: Generasi muda didorong ikut aktif di dunia pertanian. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menegaskan komitmennya dalam mendorong modernisasi alat pertanian sebagai langkah strategis untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Upaya ini dinilai penting di tengah persoalan keterbatasan sumber daya manusia (SDM), di mana mayoritas petani saat ini didominasi oleh kalangan lanjut usia.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengakui bahwa tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah minimnya regenerasi petani. Ia menyebut, kecenderungan anak muda yang lebih memilih bekerja di sektor tambang dan perkebunan sawit menjadi salah satu penyebab utama.

“Keluhan kita kekurangan petani muda, anak muda lebih memilih tambang dan sawit,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan potensi lahan pertanian di Berau yang masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal.

Di sisi lain, upaya penyuluhan yang telah dilakukan pemerintah belum mampu meningkatkan minat generasi muda secara signifikan. “Penyuluhan sudah intens, tapi respons kaum muda masih kurang antusias,” lanjutnya.

Gamalis menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai langkah terus diupayakan untuk meningkatkan daya tarik sektor pertanian, salah satunya melalui modernisasi alat dan teknologi pertanian.

“Kita terus berupaya agar hasilnya lebih baik, karena pangan adalah kebutuhan pokok kita bersama,” tandasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, menyampaikan bahwa potensi pertanian di Berau sangat besar, terlebih dengan adanya program swasembada pangan dari pemerintah pusat.

Salah satu program yang tengah berjalan adalah cetak sawah seluas 425 hektare yang tersebar di beberapa kampung. Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan tenaga kerja pertanian.

“PR kita segera menanam, tapi SDM makin berkurang karena tenaga yang ada sudah usia lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, rendahnya minat generasi milenial terhadap sektor pertanian dipengaruhi oleh banyaknya pilihan lapangan kerja lain yang dianggap lebih menjanjikan.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menciptakan daya tarik baru di sektor pertanian. “Regenerasi dari milenial masih kecil, ini jadi PR kita untuk merangsang mereka,” katanya.

Sebagai solusi, Pemkab Berau melalui DTPHP mulai mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.

Fasilitasi ini diharapkan mampu mengubah stigma pertanian yang identik dengan pekerjaan berat menjadi lebih efisien dan berbasis teknologi.

“Sekarang pengendalian bisa pakai drone, tapi masih terbatas,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan bantuan alat mekanisasi seperti mesin panen hingga alat pengering hasil panen (dryer) yang mampu mempercepat proses produksi.

“Dengan mesin, delapan jam sudah selesai, ini yang kita sosialisasikan ke generasi muda,” tambahnya.

Lita menegaskan, pihaknya juga terus melakukan pembinaan kelompok tani milenial serta memberikan pelatihan agar mampu mengoperasikan teknologi pertanian modern.

Dukungan lain seperti bantuan bibit dan pupuk juga tetap diupayakan guna meningkatkan produktivitas.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Berau berharap sektor pertanian dapat kembali diminati generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di masa mendatang. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#milenial #cetak sawah #pertanian #pemkab berau