Tiga Kali Diperbaiki Akibat Rusak dan Ditabrak, Landmark 'BERAU' di Jalan Ahmad Yani Kini Kembali Cantik

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 12:10 WIB
DIPERBAIKI LAGI: Landmark BERAU di Jalan Ahmad Yani tuntas diperbaiki ketiga kalinya, usai rusak beberapa waktu lalu. (SENO/BP)
DIPERBAIKI LAGI: Landmark BERAU di Jalan Ahmad Yani tuntas diperbaiki ketiga kalinya, usai rusak beberapa waktu lalu. (SENO/BP)

BERAU POST – Landmark tulisan BERAU di Jalan Ahmad Yani kembali diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Perbaikan yang telah rampung tersebut, merupakan yang ketiga kalinya dilakukan akibat kerusakan berulang. 

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi menjelaskan, perbaikan kali ini menjadi perhatian khusus karena tingkat kerusakan yang cukup serius. “Kerusakan sudah selesai diperbaiki, ini yang ketiga kalinya dan paling parah,” ungkapnya.

Ia memaparkan, kerusakan pertama terjadi pada Juni 2024, saat beberapa bagian huruf mengalami pecah. Setelah diperbaiki, landmark tersebut kembali mengalami kerusakan pada September 2024 akibat insiden kendaraan yang menabrak saat mundur.

“Pernah ditabrak mobil, lalu diperbaiki, tapi rusak lagi,” katanya. Kerusakan berulang tersebut akhirnya mendorong DPUPR kembali melakukan perbaikan menyeluruh agar kondisi landmark bisa kembali optimal. 

Namun, Junaidi menekankan perbaikan yang terus dilakukan tentu memerlukan biaya dan tenaga, sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat untuk menjaga fasilitas umum tersebut.

Ia mengimbau masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap aset daerah, terutama fasilitas publik yang menjadi wajah kota.

Sebab, keberadaan landmark “BERAU” tidak hanya sebagai penanda wilayah, tetapi juga menjadi ikon yang mencerminkan identitas daerah.

“Masyarakat harus punya rasa memiliki untuk menjaga aset bersama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta warga maupun pedagang di sekitar lokasi untuk turut berperan aktif dalam menjaga area tersebut.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kebiasaan parkir kendaraan di sekitar landmark yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

“Kalau bisa jangan parkir di wilayah itu, saling mengingatkan,” ucapnya.

Junaidi berharap, dengan adanya kesadaran kolektif dari masyarakat, fasilitas umum (Fasum) yang telah dibangun pemerintah dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak. 

“Kita harap fasum yang terbangun bisa awet ke depannya,” tandasnya.(sen/arp) 

 

 

Editor : Nurismi
berau landmark Perbaikan