LAWAS menunggu, pabila jua dimulai Work From Home (WFH), akhirnya terjawab. Seluruh ASN mulai besok (Jumat, 3/4) masuk kantor hanya lima hari dalam sepekan.
Iya Daeng, hari Jumat kita mulai begawi matan rumah, kata teman saya lewat pesan WA dan menyertakan emoticon tertawa. Sepertinya teman saya itu bahagia bujur dengan adanya WFH.
Padahal maksudnya begawi matan rumah itu, menjadikan rumah sebagai kantor khusus di hari Jumat. Kalau jam bekerjanya itu hingga jam 11.30 di hari biasa, WFH juga seperti itu.
Begawi matan rumah tuh pang, kata Isrin yang tugas di Kantor Pariwisata. Dia termasuk bahagia. Setelah ada pernyataan sekkab bahwa Berau punya dana banyak. Tak perlu menghentikan tenaga PPPK. Aman Daeng, kata dia.
Beda dengan teman saya yang bertugas di Kantor Perizinan. Sebagai kantor pelayanan, dikecualikan seperti penjelasan Menko Perkonomian. Kami di hari Jumat itu tetap masuk kantor Daeng, kata Idham yang tugas di Kantor Perizinan.
Kantor Perizinan bersama kantor pelayanan publik lainnya seperti Puskesmas dan Rumah Sakit, tetap harus masuk kantor. Termasuk kantor pelayanan Catatan Sipil dan petugas pasar.
Dulu ada sebutan WFA, begawi di mana saja. Termasuk begawi dari warung kopi. Sekarang WFH begawi matan rumah.
Ini hanya pengulangan. Semua ASN sudah pengalaman bekerja dari rumah. Tentu ingat ketika Covid-19?
Ada juga yang memanfaatkan WFH itu sebagai `bonus` liburan. Dalam seminggu begawi lima hari. Sisanya tiga hari libur. Bisa perjalanan liburan ke pulau Derawan.
Begawi matan rumah bagian dari rencana besar pemerintah dalam melakukan efsiensi. Sehari saja tidak masuk kantor alias bekerja di rumah, bisa mendapatkan penghematan yang jumlahnya lumayan besar.
Jadi, timpulu (mumpung) ada perintah begawi matan rumah, dimanfaatkan dengan baik. Kalau tba-tiba ada panggilan ke kantor, ya harus dilaksanakan dengan segera. Siapa tahu, bupati atau wakilnya butuh data, harus segera dipenuhi. (sam)
@daengsikra.id