BERAU POST – Dinas Sosial Kabupaten Berau terus berupaya memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap terpenuhi. Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa hingga 2025 lalu, pihaknya telah mengirim sebanyak 11 anak untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda.
“Kini memasuki semester dua,” ujarnya Selasa (31/3).
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut terdiri atas tiga siswa tingkat sekolah dasar dan delapan siswa tingkat menengah atas yang bersekolah di SMA Negeri 16 Samarinda.
Program ini menjadi solusi sementara karena Kabupaten Berau belum memiliki Sekolah Rakyat sendiri.
Menurut Iswahyudi, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Berau sebenarnya sudah disiapkan. Pemerintah daerah bahkan telah menyediakan lahan seluas kurang lebih 10 hektare di kawasan Gunta. Namun, realisasi pembangunan masih terkendala keterbatasan anggaran.
“Lahan sudah ada sekitar 10 hektare, tapi pembangunan belum bisa dilakukan karena anggaran terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara nasional program Sekolah Rakyat saat ini memang diprioritaskan pada daerah yang telah siap dari sisi lahan dan dukungan anggaran. Beberapa wilayah seperti tingkat provinsi dan Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi fokus pengembangan tahun ini.
Meski demikian, Pemkab Berau tetap melakukan berbagai langkah agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan akses pendidikan.
Selain mengirim ke Sekolah Rakyat di Samarinda, sekitar 18 anak lainnya juga difasilitasi melalui program panti sosial.
“Mereka tinggal di panti dan tetap mendapatkan akses pendidikan,” katanya.
Iswahyudi menegaskan, secara umum anak-anak dari desil 1 dan 2 di Berau masih terakomodasi dalam sistem pendidikan. Namun, tantangan terbesar justru datang dari kesiapan orang tua.
“Masih ada orang tua yang keberatan melepas anaknya sekolah jauh, bahkan ada yang sempat minta anaknya pulang,” ungkapnya.
Dari sisi data pendidikan, angka partisipasi sekolah di jenjang SD di Berau sudah sangat tinggi. Bahkan, angkanya disebut telah mencapai lebih dari 100 persen.
“Untuk SD hampir tidak ada anak yang tidak sekolah, tapi di SMA masih ada yang belum melanjutkan,” terangnya.
Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan angka partisipasi pendidikan, khususnya pada jenjang menengah atas.
Untuk tahun ini, Dinas Sosial belum menambah jumlah peserta yang dikirim ke Sekolah Rakyat. Hal tersebut karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait mekanisme dan kuota program.
“Program ini tidak melalui pendaftaran umum, tapi melalui usulan dan verifikasi agar tepat sasaran,” tandasnya.
Ia memastikan, anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 tetap dapat diusulkan melalui Dinas Sosial untuk diverifikasi sebelum diberangkatkan mengikuti program Sekolah Rakyat di masa mendatang. (sen/hmd)
Editor : Nurismi