BERAU POST - Terkait dengan adanya penemuan serpihan yang diduga satelit oleh nelayan di Kecamatan Pulau Derawan terus dilakukan pengembangan.
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, memastikan bahwa benda tersebut saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, hingga kini belum ada pihak yang mengklaim kepemilikan serpihan tersebut.
“Belum ada yang mengaku memiliki. Untuk sementara masih kami amankan. Kalau ada pihak terkait yang ingin mengambil, silakan,” ujarnya kepada awak media Senin (30/3) lalu.
Ia menjelaskan, penanganan lebih lanjut terhadap puing tersebut masih menunggu arahan dari pimpinan. Termasuk keputusan apakah benda itu akan tetap disimpan di Pulau Derawan atau dipindahkan ke lokasi lain yang lebih representatif.
“Sampai saat ini kami masih menunggu petunjuk dan arahan pimpinan terkait langkah selanjutnya,” tambahnya.
Penemuan puing ini bermula pada Jumat (27/3) sekitar pukul 10.00 Wita, ketika dua nelayan setempat, Juhan Wahyudi dan Muhammad Rifki, tengah melintas di perairan sekitar Pulau Semama.
Saat itu, Juhan yang sedang mengantar tamu wisata melihat sebuah benda asing mengapung di laut. Merasa curiga dengan bentuk dan ukurannya yang tidak biasa, keduanya memutuskan untuk kembali ke lokasi pada malam hari, sekitar pukul 20.30 Wita. Dengan menggunakan kapal, mereka berupaya mengevakuasi benda tersebut dari tengah laut.
Diberitakan sebelumnya, menurut Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto bahwa mereka membuahkan hasil. Setelah perjuangan menarik puing yang cukup besar, benda tersebut akhirnya berhasil dibawa mendekati Pulau Derawan.
Keesokan harinya, Sabtu (28/3) sekitar pukul 09.00 Wita, puing itu berhasil dievakuasi ke daratan. Saat ini, benda misterius tersebut diamankan di kawasan Pantai Pinus RT 03, Kampung Pulau Derawan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memudahkan proses identifikasi lebih lanjut.
“Penemuan ini sempat menghebohkan warga pesisir dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi. Banyak yang menduga puing tersebut merupakan bagian dari satelit luar angkasa yang jatuh ke bumi, terlebih karena adanya tanda menyerupai bendera Tiongkok pada permukaannya,” tuturnya.
Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang.
Identifikasi terhadap benda tersebut dinilai penting untuk memastikan asal-usul, fungsi, serta potensi risiko yang mungkin ditimbulkan.
“Hingga saat ini, misteri puing tersebut masih belum terpecahkan. Aparat bersama pihak terkait terus berkoordinasi guna mengungkap asal benda tersebut, sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat. (aky/hmd)
Editor : Nurismi