ADA dua nama pulau yang sama. Satu Kodingareng satunya lagi Kodingareng Keke. Bedanya satu berpenghuni, satunya pulau kosong.
Ada catatan literatur yang menyebut, kalau Kodingareng Keke dimaknai sebagai pulau yang daratannya dipenuhi dengan kerang berurukan kecil. Pulau yang dipenuhi dengan karang-karang kecil.
Kodingareng Keke kini dijadikan salah satu destinasi wisata bahari. Akhir pekan, banyak warga yang datang berlibur menikmati pemandangan bawah lautnya.
Ketika berkunjung ke pulau itu, saya lalu teringat dengan Gusung Sanggalau yang ada di Kecamatan Pulau Derawan. Mungkin proses terjadinya sama. Pergerakan pasir laut lalu menjadi sebuah gusung.
Dari Pulau Kodingareng ke Kodingareng Keke, butuh waktu 15 menit menggunakan perahu nelayan. Saya berangkat sore hari, menjelang terbenam matahari. Ada satu speedboat yang bersandar dengan belasan penumpang asyik berenang.
Ada cerita nelayan menyebutkan, kalau pulau itu pernah dikelola selama lima oleh pengusaha wisata asal Jerman. Ada bangunan besar yang tidak lagi diurus. Atap dan sebagian dindingnya rusak.
Awalnya saya pikir itu bagian dari mercusuar. Maklum, posisi pulau itu sangat berdekatan dengan alur kapal internasional. Memang di sekitar pulau ada ditempatkan lampu dengan tiang berwarna merah.
Selepas disewa oleh usahawan wisata asal Jerman, pemerintah tidak lagi memperpanjang. Mulailah pulau yang cantik itu tidak terurus. Padahal luasnya hanya 0,5 hektare.
Terumbu karang dan pasir putih jadi daya tarik. Seperti halnya daya tarik yang dimiliki Pulau Samalona. Juga ada tak jauh dari bibir Pantai Losari.
Sayang tidak menikmati kejernihan air lautnya. Saya berenang, sambil membayangkan kalau Pulau Maratua lebih nyaman. Lebih terurus.
Harus diakui, wisata bahari tidak menjadi perhatian khusus. Padahal, dengan jarak yang dekat dari kota, memungkinkan kunjungan banyak wisatawan.
Tidak lama. Matahari semakin codong ke barat, menyiratkan warna jingganya. Romantis. Harus kembali sebelum malam.
Dan besok pagi kembali ke Kota Makassar. Singkat tapi menyenangkan. Pulau Kodingareng kampung halaman ku. (sam)
@daengsikra.id