PERSATUAN Sepak Bola Makassar (PSM) menyandang dua sebuatn yang populer di kalangan bolamania. Ada sebutan `Pasukan Ramang` dan yang lainnya `Tim Juku Eja`.
Pasukan Raman itu diambil dari legenda sepak bola Makassar yang bernama Ramang.
Sementara Juku Eja? Hehe, salah satu jenis ikan yang oleh nelayan menyebut ikannya orang Makassar.
Di Berau ada juga jenis ikan serupa. Tapi nelayan pancing di Tanjung Batu dan Bidukbiduk menyebut dengan nama `Labogor` atau `Bogorok`.
Sejak tiba di Makassar dua pekan lalu, saya belum menemukan si juku (ikan) Eja (merah). Saya sudah mutar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jalan Rajawali, tidak melihat. Yang ada sudah dalam bentuk ikan asin.
TPI yang lebih besar di paotere pun demikian. Padahal termasuk TPI terbesar. Juga tidak terlihat juku eja di meja penjual ikan.
Saya harus kemana mencari? Kata teman datang saja ke Kampung Kuliner Galesong, Kabupaten Takalar. Butuh 60 meit perjalaan darat. Itu pun kalau tidak macet.
Meluncurlah saya ke tempat yang dimaksud. Saya hingga usia SMA di Makassar, baru sekali mengujungi tempat itu.
Galesong itu kampung nelayan. Hasil pancingan masih seperti dulu. Ikannya diikat tali sebanyak 8 ekor satu ikatan. Harganya murah.
Ada pintu gerang besar bertuliskan `Galesong Kampung Kuliner`. Lokasinya di pinggir laut. Ada banyak yang membuka usaha rumah makan. Saya memilih warung `Daeng Staba`.
Pembeli diminta memilih ikan yang disimpan dalam box. Wow, ada dua ikat juku eja. Deal. Satu ikat bakar di tempat.
Satunya lagi saya bawa pulang. Akhirnya ketemu juga. Betul saran teman-teman. Juku eja bisa ditemukan di Kampung Galesong.
Sambil menunggu, saya mencermati bangunan kayu yang berdiri di tepi pantai. Dibuat desain seperti berada di sebuah kapal. Rupanya semua kompak membangun desain rumah makan yang sama.
Saya lalu membayangkan Tanjung Batu dan Bidukbiduk. Harusnya bisa seperti itu. Kampung kuliner yang menjajakan ikan bakar sebagai menu utamanya. Dan harganya murah. Ikannya, hasil pancingan nelayan setempat.
Bagaimana pun, Kampung Kuliner Galesong punya titik yang perlu dibenahi sebagai sebuah destinasi wisata. Kawasannya masih belum cukup bersih.
Terlepas itu, perburuan saya akhirnya membawa hasil. Menikmati ikan bakar juku eja dan sayur santan, ditambah sambal mangga. Pulangnya bawa satu ikat juku eja jatah di rumah. (sam)
@daengsikra.id