MASIH tercium aroma ketupat pun dengan buras. Masih tersisa beberapa potongan daging rendang dan opor ayam di hari kelima setelah Lebaran.
Saya masih di Makassar. Lebaran lalu, ingin merasakan sensasi salat Id di Masjid Asmahulhusna. Oleh warga Makassar lebih suka menyebut Masjid 99 Kubah atau Masjid Kubah.
Awalnya mau salat Id di Masjid Terapung Amirul Mukminin yang ada di anjungan Pantai Losari.
Sayangnya di hari Sabtu (20/3), masjid tidak dibuka untuk salat Id. Kata warga sekitar, sehari sebelumnya sudah menggelar salat Id di hari Jumat (19/3).
Putar arahlah ke masjid kubah yang jaraknya tidak terlalu jauh. Masjid yag ada dalam kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Sedikit terlambat. Ruas jalan sudah dipadati kendaraan. Bakalan salat jauh di uar halaman masjid. Tidak seru. Tidak bisa selfi-selfi usai salat.
Harus jalan kaki hingga ke halaman depan masjid yang sempat viral dengan sebutan baru `99 baskom` karena air hujan merembes ke halaman utama. Ini karena puncak kubah lagi direnov.
Akhirnya dapat juga di halaman depan. Sebelum naik tangga. Memang penuh sesak. Banyak warga yang tiggal jauh, memilih salat Id di Masjid Kubah.
Karena berada di saf halaman masjid. Suara khatib tidak terdengar nyaring. Harusnya pengurus masjid menempatkan sound system hingga ke halaman.
Bagaimana pun jadi pengalaman menarik bisa salat di Masjid Asmaulhusa walau hanya di halamannya.
Saya mendapat cerita teman-teman yang Salat Id di Masjid Baitul Hikmah di Tanjung Redeb.
Khususnya yang memilih halaman masjid untuk salat. Hari itu persis hujan ditambah lagi, banyak sambutan mulai panitia masjid hingga pimpinan daerah.
Yang di luar masjid kasihan Daeng, kehujanan, kata teman wartawan yang meliput suasana Salat Id di Berau.
Diambil hikmahnya saja. Sebab bukan kali itu saja Salat Id diwarnai hujan lebat. Dulu-dulu juga pernah. Saya juga pernah mengalami.
Imam dan khatib ikut basah-basahan, karena mimbar ada di luar masjid. Tidak di dalam masjid.
Hari ini teman-teman ASN mulai masuk kantor. Masih suasana lebaran. Ada halal bi halal di kediaman bupati, wakil bupati, serta sekkab.
Selamat lebaran maaf lahir batin. Belumlah terlambat. Kita mulai bekerja dari rumah Daeng (WFH), kata teman saya yang sering kumpul di Warung Pojok. Dinikmati saja, yang penting sama-sama produktif, kata saya. (sam)
@daengsikra.id