SEPEKAN ini Makassar panas terik. Lebih panas dari suhu di Berau. Sepertinya musim kemarau sudah dimulai.
Karena pergantian cuaca itulah, saya tidak sempat menyaksikan situasi di masjid yang menjadi ikon Kota Anging Mammiri. Masjid dengan 99 kubah.
Dari Pantai Losari terlihat jelas berada di seberangnya. Masuk dalam kawasan Center Point Indonesia (CPI). Berfoto dari Pantai Losari pun bisa tampak jelas.
Ketika musim hujan. Tiba-tiba masjid yang digambar Ridwan Kamil mantan Gubernur Jawa Barat, berubah nama. Bukan lagi masjid 99 kubah. Tapi, masjid 99 baskom.
Kenapa pula? Saat itu (musim hujan) masjid sedang menjalani perbaikan di puncak kubahnya.
Praktis hujan membasahi lantai utama di dalam masjid itu. Pengurus masjid memasang banyak baskom menampung air hujan.
Pengunjung masjid langsung kreatif. Tiba-tiba merubah nama masjid itu menjadi Masjid 99 Baskom. Itu hebatnya Makassar. Warganya paling kreatif bermain kata-kata.
Kemarin siang, saya ke Masjid 99 Kubah. Karena siang dan bulan puasa, tak ada aktivitas di luar halaman masjid. Padahal di situ ada wadah UMKM yang namanya `Lego-lego`.
Tak ada kegiatan berjualan. Malam hari tempat itu jadi pusat kunjungan melebihi pantai Losasi.
Saya hanya berdiri pada deretan anak tangga, sambil memandang puncak kubah yang belum juga terlhat sempurna. Kalau hujan lagi, kembali lagi nama 99 baskom.
Banyak warga dari luar daerah mengunjungi tempat itu. Ada yang sekadar melihat interiornya. Ada yang seperti saya hanya berfoto di pintu utama.
Saya berencana akan datang pada malam hari. Mungkin juga menyempatkan buka puasa bersama jemaah masjid, sebelum bulan puasa berakhir. (sam)
@daengsikra.id