Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Rahasia Laris Warung Mba Atun: Bukber Sambil Intip Gagahnya Tembok Benteng Fort Rotterdam

Beraupost • Selasa, 10 Maret 2026 | 07:35 WIB

Daeng Sikra
Daeng Sikra

TAK salah mantan Wali Kota Makassar, Dani Pomanto, yang memproklamirkan “Makassar Kota Makanan Enak”.

Ini yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan ke Makassar. Karena aneka rasa kuliner yang khas dan nyaman.

Dan, pengusaha kuliner hingga warung tenda dan UMKM bersemangat tampil dengan berbagai produk makanan. Terutama masakan laut alias sea food.

Hari ke-16 puasa lalu, saya memilih buka puasa di Warung Mba Atun. Ada dua lokasi. Saya pilih yang ada dalam kawasan halaman RRI di Jalan Riburane.

Halaman kantor penyiaran publik ini cukup luas. Banyak UMKM kabarnya menyewa lahan di dalam kawasan halaman. Salah satunya yang terkenal Cafe Azahra.

Warung Mba Atun lokasi paling belakang. Berbatasan dengan tembok Port Roterdam. Bangunan benteng yang menyerupai penyu bola terlihat dari udara itu, punya kisah heroik tersendiri.

Tembok berlumut tingginya harga 5-7 meter itu, seakan menjadi bagian dari rumah makan yang cukup laris di Makassar.

Duduk di meja 04. Mba Atun sang pemilik dengan handy talky di tangan, mengatur karyawannya yang puluhan jumlahnya.

Suara terdengar kombinasi logat Makassar dan Jawa Timur-nya. Atur tawwa mejanya tamu yang baru datang, begitu kata Mba Atun.

Selama Ramadan, tidak bisa datang go show. Harus reservasi dulu memastikan bisa dapat meja. Banyak tamu yang pulang dengan perasaan kecewa. Mereka tidak booking dulu.

Sesuai pesanan, di atas meja sudah siap ikan bakar. Cumi tepung. Ikan goreng. Sambal tiga jenis yang pedas-pedas. Ditambah rumput laut (anggur laut) dan irisan mangga muda.

Saya membayangkan warung sea food di Jalan Gajah Mada. Pun dengan Warung Makan Celebes di Jalan P Diguna. Sama sibuknya. Hanya beda harganya.

Banyak rumah makan yang menggunakan brand nama pemiliknya. Selain Warung Mba Atun, juga ada warung tenda Mas Joko yang punya banyak cabang.

Sepertinya mereka lebih percaya kalau nama sendiri jadi brand pembawa keberuntungan.

Di kawasan Jalan Murjani III juga bisa menjadi sentra kulineran. Harus diakui, banyak pengunjung luar daerah yang mengaku harganya lumayan mahal.

Padahal Berau dikenal penghasil hasil laut, terutama ikan yang banyak. Harusnya harga sea food bisa lebih murah.

Buka puasa jadi nikmat rasanya di Warung Mba Atun. Saya percaya, warga Berau yang pernah lama di Makassar tahu bahkan pernah mengunjungi Warung Mba Atun yang di halaman RRI Makassar. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Kuliner #seafood #Daeng Sikra #makassar