PERNYATAAN Pak Said (Sekkab) Berau menyebutkan kalau Tunjangan Hari Raya (THR) akan cair sepuluh hari sebelum lebaran.
Di balik pernyataan itu, ada pesan tersendiri dari Pak Said, kalau semua ASN yang menerima THR termasuk pekerja swasta, agar uangnya dibelanjakan saja di daerah. Biar seputaran uang berlangsung di daerah saja, kata Said.
Bujur jua, kata Ilham, ASN Dinas Pariwisata. Dia menyebut semua kebutuhan lebaran sudah tersedia di daerah. Mungkin sebagian kebutuhan sandang, bisa pesan lewat online.
Mekanisme pasar sudah mengatur. Pedagang mau agen jauh hari sudah memesan apa yang dibutuhkan jelang lebaran. Sekarang kan untuk wadai (kue) lebaran beli yang sudah jadi, kata Ilham.
Teman saya Idham yang juga ASN Dinas Perizinan, memanfaatkan jelang lebaran ini untuk memasok pakaian yang dibutuhkan warga yang akan berlebaran. Awal puasa kami sudah pesan dari Jakarta, kata Idham.
Ini merupakan usaha sampingan yang dikelola istrinya. Soal hasil yang didapatkan, lumayan. Lumayan jualah hasil selama berjualan.
Berbeda dengan teman yang bekerja di perusahaan swasta. Kalau dapat THR cukuplah buat lebaran Daeng, kata dia. Dia hanya memikirkan anak-anaknya yang masih remaja.
Untuk pakaian baju baru, biar anak-anak saja. Yang tua cukup pakaian lama saja, ungkapnya.
Memasuki pertengahan bulan puasa, kesibukan di pusat perbelanjaan sudah mulai tampak.
Terutama tempat penjualan bahan kue. Seperti yang ada di Jalan Durian I dan Jalan AKB Sanipah II.
Yang penting ingat pesan Pak Sekkab. Jelang lebaran, belanja semua kebutuhan cukup di Berau saja. Mahal sedikit kada (tidak) apa-apa. Sabar menunggu minus sepuluh hari. (sam)@daengsikra.id
Editor : Nurismi