BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, kembali menggelar Edukasi Ramadan untuk ketiga kalinya pada tahun 2026 ini.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan tersebut dipusatkan di sejumlah titik berbeda, dengan puncak acara dijadwalkan pada 11 Ramadan melalui tabligh akbar sekaligus penutupan rangkaian kegiatan.
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, secara konsep pelaksanaan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Hanya saja, lokasi kegiatan bergantian agar bisa menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai wilayah.
“Tahun pertama tuan rumahnya di Sambaliung, yang kedua di Gunung Tabur, dan yang ketiga ini di Tanjung Redeb,” ujarnya kepada Berau Post, Senin (2/3).
Ia menyebut, rangkaian kegiatan dalam Edukasi Ramadan 3 cukup beragam. Selain diisi dengan berbagai lomba keagamaan, tahun ini juga akan menghadirkan konsep baru yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.
Jika pada tahun lalu Disdik mengadakan ngaji on the road, maka tahun ini akan digelar ngaji on the park yang dipusatkan di Taman Sanggam.
Kegiatan tersebut dilakukan agar suasana pembelajaran selama Ramadan tetap terasa menyenangkan tanpa mengurangi esensi ibadah dan pembentukan karakter.
Sejumlah lomba keagamaan turut digelar untuk memacu semangat siswa dalam memperdalam pengetahuan dan praktik keagamaan. Di antaranya lomba adzan, tilawah, mewarnai, ceramah hingga tahfidz.
Kegiatan tersebut dipusatkan di SKB dan SMP 3 Tanjung Redeb. Para siswa dari berbagai sekolah ikut ambil bagian dalam setiap perlombaan yang dilaksanakan secara bertahap selama Ramadan.
Mardiatul menegaskan, Edukasi Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat karakter siswa selama bulan suci.
“Kita ingin mengedukasi bagaimana cara mendisiplinkan diri agar bisa beribadah dengan lebih tenang selama Ramadan," katanya.
"Melalui Edukasi Ramadan ini, kita juga memberikan pemahaman tentang makna Ramadan, seperti melatih kesabaran, baik bagi siswa, guru, pelaku pendidikan, maupun masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.
Pun momentum Ramadan harus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan akhlak dan penguatan iman.
Karena itu, Disdik mendorong agar seluruh satuan pendidikan ikut menghadirkan aktivitas positif selama bulan puasa.
Pesan khusus juga ia sampaikan kepada para siswa agar menjadikan Edukasi Ramadan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Menurutnya, melalui kegiatan ini anak-anak dapat belajar mengendalikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus memahami nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Edukasi Ramadan ini, kami berharap menjadi momen yang baik bagi anak-anak untuk melatih kesabaran, meningkatkan iman dan takwa, serta lebih memahami mana yang baik dan mana yang kurang baik. Di bulan Ramadan ini, mereka juga berlomba-lomba dalam memperoleh kebaikan,” tuturnya.
Selain kegiatan yang digagas Disdik, dibebernya, sejumlah sekolah juga telah mengadakan aktivitas Ramadan secara mandiri. Di antaranya buka puasa bersama, pengajian, dsn sebagainya.
Pihaknya berharap Edukasi Ramadan 3 tahun ini berjalan lancar hingga penutupan pada 11 Ramadan mendatang.
Melalui tabligh akbar sebagai puncak acara, sekaligus penyerahan bantuan kepada 250 siswa kurang mampu.
"Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan pelajar," tutupnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi