BERAU POST - Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi saat Hari Raya Idulfitri, bisnis hampers dan parcel di Berau menunjukkan geliat yang signifikan.
Memasuki pertengahan Ramadan, ribuan pesanan sudah masuk ke sejumlah pelaku usaha.
Dari berbagai pilihan yang ditawarkan, parcel berisi barang pecah belah jadi yang paling banyak diminati pelanggan tahun ini.
Lonjakan itu dirasakan langsung Owner Sanggam Florist, Jeemy Gunawan. Ia mengaku, persiapan sudah dilakukan jauh sebelum Ramadan tiba.
Modal yang digelontorkan pun tidak sedikit karena harus menyiapkan beragam bahan baku, mulai dari kue kering, snack, barang pecah belah, hingga barang elektronik.
“Awalnya target persiapan kami hanya 500 pcs parcel,” ujarnya kepada Berau Post, Senin (2/3).
Namun, hingga hari ke-13 Ramadan, jumlah pesanan justru sudah melampaui target awal tersebut.
Jeemy menyebut, sekitar 700 parcel telah dipesan pelanggan. Angka itu bahkan hampir menyamai total penjualan tahun lalu yang berada di kisaran 800 parcel.
Dibebernya, jenis parcel dan hampers yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari parcel makanan berisi kue kering dan snack, parcel pecah belah seperti piring, gelas, mangkok, dan toples, hingga parcel barang serbaguna dan elektronik.
Sanggam Florist juga menyediakan parcel sajadah untuk kebutuhan ibadah. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga termahal Rp 3 juta per paket.
Dari sekian banyak varian, parcel berisi barang pecah belah menjadi yang paling banyak diburu. Selain fungsional, paket tersebut dinilai lebih tahan lama dan bisa saja langsung dimanfaatkan penerima saat Lebaran.
Pemasaran sebagian besar dilakukan melalui media sosial. Cara ini dinilai efektif menjangkau pelanggan lebih luas.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satu kendala terbesar adalah ketika satu varian sedang booming, tetapi stok di pemasok sudah habis.
“Saat ada satu varian yang diminati tapi stok sudah terjual habis, kami tidak bisa stok lagi karena kendala barang di suplier sudah habis dan pengiriman ke Berau cukup lama. Jadi tidak memungkinkan untuk diproses kembali,” jelasnya.
Usaha hampers dan parcel ini sendiri sudah berjalan tiga tahun. Jika sebelum Ramadan timnya berjumlah empat orang, maka khusus bulan puasa ada tambahan tiga orang sehingga total menjadi tujuh orang yang membantu proses produksi.
Target tahun ini sendiri dipatok dua kali lipat dibanding tahun lalu, yakni 1.500 parcel hingga akhir Ramadan.
Untuk omzet, Ia menyebut sejauh ini dana yang sudah masuk khusus parcel sekitar Rp 40 juta, meski sebagian besar pesanan masih menunggu pelunasan karena baru membayar uang muka.
Lonjakan serupa juga dirasakan Owner Dari Gemini Project, Meidita Putri. Ia mengaku persiapan sudah dilakukan sekitar 80 persen sebelum Ramadan, bahkan hampir 100 pesanan sudah masuk sebelum bulan puasa dimulai.
Memasuki minggu kedua Ramadan, total pesanan yang tercatat mencapai 600 parcel dan hampers.
Rentang harga yang ditawarkan Gemini mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 2 juta. Isi parcel pun bervariasi, ada yang full snack, full pecah belah, kombinasi keduanya, hingga paket berisi kue kering dan seperangkat alat salat seperti sajadah, tasbih, dan sarung. Mereka juga melayani pesanan sesuai permintaan pelanggan.
“Sejauh ini pemasaran kami 90 persen lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Sisanya dari mulut ke mulut, biasanya dari orang terdekat atau customer yang sebelumnya sudah pernah order,” ungkap Meidita.
Seperti halnya Sanggam Florist, varian barang pecah belah menjadi yang paling laris. Tantangan utama menurutnya ada pada faktor waktu, terutama ketika bahan baku datang mepet dengan tenggat produksi atau jadwal pengambilan.
Di samping berjualan bunga, Meidita menyebut usaha parcel dan hampersnya sudah berjalan sejak 2022.
Ia mengatakan, setiap memasuki Ramadan selalu ada tambahan tenaga khusus untuk membantu proses produksi.
“Setiap bulan Ramadan selalu ada tambahan tim khusus untuk produksi parcel. Biasanya satu sampai dua orang. Saat ini total tim ada lima orang,” ujarnya.
Sementara untuk tahun lalu, sekitar 700 set parcel dan hampers berhasil terjual. Dan Ramadan kali ini, ia menargetkan penjualan bisa meningkat dan menembus lebih dari 1.000 pesanan hingga akhir bulan.
Ia tetap optimistis angka pesanan akan terus bertambah, seiring tradisi berbagi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Bumi Batiwakkal. (aja/hmd)
Editor : Nurismi