Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tips Belanja Ramadan 1447 H di Berau: Jangan Sampai Kalap, Begini Cara Atur Dompet Biar Gak Jebol!

Beraupost • Selasa, 3 Maret 2026 | 07:35 WIB

ILUSTRASI: Dinas Pangan Berau mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak selama Ramadan dengan membeli sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Dinas Pangan Berau mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak selama Ramadan dengan membeli sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying. (IZZA/BP)

BERAU POST – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 hijriah, Dinas Pangan Berau mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kebutuhan bahan pokok yang kerap terjadi setiap Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan merupakan hal yang wajar.

Namun ia menekankan, pola belanja harus tetap terkontrol agar tidak berdampak pada kondisi keuangan rumah tangga, atau memicu kenaikan harga di pasaran.

Ia mengajak masyarakat agar membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, bukan karena dorongan sesaat. Menurutnya, langkah sederhana seperti menyiapkan daftar belanja sebelum ke pasar atau toko dapat membantu menghindari pembelian yang tidak diperlukan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak. Belilah sesuai kebutuhan dan sebaiknya membawa daftar belanja agar tidak tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta warga membiasakan diri membandingkan harga sebelum membeli. Perbedaan harga antar pedagang atau toko bisa saja terjadi, sehingga konsumen perlu lebih cermat agar pengeluaran tetap terkendali.

Ia menilai, kemampuan setiap rumah tangga tentu berbeda. Karena itu, keputusan berbelanja sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tanpa harus memaksakan diri mengikuti pola konsumsi orang lain.

“Kami sarankan masyarakat mengecek dan membandingkan harga terlebih dahulu. Sesuaikan dengan kemampuan, jangan sampai pengeluaran membengkak hanya karena kurang perhitungan,” katanya.

Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga bisa memanfaatkan barang substitusi atau produk alternatif yang harganya lebih terjangkau.

Selama kualitas dan fungsinya sesuai kebutuhan, pilihan tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pengeluaran selama Ramadan.

Ia menegaskan, yang tak kalah penting adalah menghindari panic buying. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak berbelanja secara berlebihan karena kekhawatiran stok akan habis.

Menurutnya, perilaku belanja berlebihan justru bisa mempercepat kelangkaan barang di pasaran dan memicu kenaikan harga yang merugikan banyak pihak.

Ia memastikan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pokok selama Ramadan.

“Tidak perlu panik. Belanjalah seperlunya saja. Jika semua berbelanja sesuai kebutuhan, pasokan akan lebih terjaga dan harga bisa lebih stabil,” tegasnya.

Dirinya berharap imbauan ini dapat dipahami masyarakat, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan tenang tanpa tekanan ekonomi yang tidak perlu. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Dinas Pangan Berau #panic buying #bijak #berbelanja