SEBETULNYA jadwal yang disiapkan itu setelah lebaran Idulfitri. Masih lawas menunggu.
Ada saran kawal, datang saja dengan sedikit drama. Nanti akan ada perlakukan, selanjutnya disusul tindakan.
Ini tindakan apa? Masih berkaitan dengan sakit yang saya alami di Minggu terakhir bulan November tahun lalu.
Sempat ditangani dokter di RSUD Wahab Syahrani dua pekan.Tapi tak ada tindakan. Sempat sekali dilakukan “teropong’. Setelah itu disuruh bulik ke Berau dengan banyak catatan.
Harus banyak istirahat, pesan Babeh eh maaf dokter Djun. Salah seorag dokter senior spesialis jantung.
Dikalangan dokter dan petugas rumah sakit, disapanya ‘babeh’. Dia nda tau kalau pasiennya juga dipanggil ‘babeh’ di Berau. Hahaha.
Yang kada nyamannya, banyak kawal betakun, apa hasilnya? Apa tindakannya? Termasuk pertanyaan mantan bupati Makmur, HAPK.
Sidin betakun setengah ‘sarik’ jua. Saya tidak menjawab secara runtut. Aku disuruh bulik haja oleh dokter, kata saya.
Yang saya ceritakan, bagaimana rasanya menjalani yang namanya' diteropong’. Rasanya ingin b kuciak suppan. Sementara petugas yang ada di kamar operasi itu santai aja. Ada nang sambil bersiul – siul.
Ada rekaman kamera ditampilkan layar hitam putih. Tidak sanggup melihat. Bikin tambah gugup. Ruang yang dingin kada terasa lagi. Ada rasa ketakutan.
Di proses Itu, Pak dokter membisiki di telinga. Pak Sikra ada beberapa sumbatan, tapi kita belum pasang ring.
Kenapa belum dipasang pak? Pasang lah, satu kah, dua kah, tiga kah atau berapa lah, kata saya pina musti.
Tetap tak ada reaksi. Nanti sajalah kata dokter sambil memasang pengencang bagian urat nadi yang dijadikan ‘jalan tol’ alat menuju jantung.
Kepikiran juga. Apa sebabnya babeh dokter belum memasang ring. Atau jangan-jangan over limit. Maklum masuk RS dengan fasilitas BPJS. Hahahaha.
Prosesi itulah yang saya ceritakan dengan teman-teman Di Warung Pojok. Dan dengan siapa pun yang bertanya soal sakit kemarin. Termasuk pada Pak Makmur, ketika meresmikan Kafe Titik Koma miliknya.
Operasi Angioplasti Koroner cukup padat di RS Wahab Syahrani yang dikenal memiliki alat yang canggih. Antrean panjang dari sekian pasien dokter jantung.
Karena itu, ada gambaran bakal kebagian jadwal berikut setelah lebaran Idulfitri. Umma, lawasnya menunggu. (sam)
@daengsikra.id