BERAU POST – Maraknya aksi balap liar (Bali), selama bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius berbagai kalangan di Kabupaten Berau.
Aktivitas yang kerap terjadi pada malam hingga menjelang sahur ini dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan para pelaku maupun masyarakat sekitar.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Berau, Noviar Ridwan, angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para pecinta otomotif, agar tidak terlibat dalam kegiatan balap liar di jalan umum.
Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan menjaga ketertiban, bukan justru diwarnai aktivitas yang berisiko tinggi.
Balap liar, kata dia, sangat membahayakan karena dilakukan di jalan raya yang juga digunakan masyarakat umum.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Balap liar bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi menyangkut keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Noviar menuturkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. IMI Berau berencana melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna menekan maraknya aksi balap liar selama Ramadan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap dunia otomotif yang aman dan terorganisir.
Ia menegaskan, olahraga balap motor memiliki wadah resmi dan aturan yang jelas.
Jika ingin menyalurkan hobi dan bakat di dunia balap, para pecinta otomotif seharusnya mengikuti event resmi yang memenuhi standar keselamatan, bukan justru turun ke jalan umum tanpa pengamanan.
Tak hanya sekadar imbauan, Noviar juga menegaskan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan pembalap resmi yang terlibat dalam balap liar. Ia tidak segan-segan mencabut Kartu Izin Start (KIS) milik pembalap yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.
“Kami tidak akan kompromi. Jika ada pembalap yang memiliki KIS dan kedapatan ikut balap liar, izinnya bisa kami cabut,” ujarnya.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan keras bagi para pembalap agar menjaga nama baik diri sendiri dan organisasi.
Noviar pun mengajak seluruh masyarakat Berau, terutama kalangan muda, untuk bersama-sama menjaga suasana Ramadan tetap aman dan kondusif.
Ia berharap tidak ada lagi aksi balap liar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun korban jiwa.
Menurutnya, hobi otomotif tetap bisa disalurkan melalui jalur yang benar dan resmi. Dengan begitu, keselamatan tetap terjaga, prestasi bisa diraih, dan citra dunia otomotif di Berau tetap positif.
“Jangan sampai Ramadan ternoda oleh kegiatan yang membahayakan. Mari kita jaga keselamatan dan ketertiban bersama,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi