Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kado Manis untuk Berau: Petarung Wushu Samrin Sukses Rebut Sabuk Juara Top Combat di Samarinda

Beraupost • Kamis, 19 Februari 2026 | 07:45 WIB
PRESTASI: Dua atlet asal Berau raih prestasi yang membanggakan di kejuaraan terbuka Arkan Sparing di Samarinda. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PRESTASI: Dua atlet asal Berau raih prestasi yang membanggakan di kejuaraan terbuka Arkan Sparing di Samarinda. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST– Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Paser, semangat juang atlet wushu Kabupaten Berau kian menyala.

Untuk mengukur kesiapan sekaligus mengasah mental tanding, Pelatih yang juga Ketua Wushu Sanda Kabupaten Berau, Simon Paranduk, memberangkatkan sejumlah atletnya mengikuti kejuaraan terbuka Arkan Sparing di Samarinda.

Kejuaraan tersebut tak hanya diikuti atlet wushu, melainkan terbuka bagi berbagai cabang olahraga beladiri.

Persaingan pun berlangsung ketat, mempertemukan petarung-petarung terbaik dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

Namun di tengah atmosfer kompetisi yang sengit, atlet-atlet Berau justru tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitasnya.

Hasilnya membanggakan. Samrin yang turun di kelas 57 kilogram dengan rules Top Combat sukses merebut sabuk juara setelah menundukkan lawannya dari Balikpapan.

Pertarungan berlangsung intens sejak ronde awal, namun Samrin mampu mengontrol ritme laga hingga akhirnya dinyatakan sebagai pemenang.

Tak kalah gemilang, Dewa Caesarian yang bertanding di kelas 60 kilogram pada kategori Striking Combat juga tampil impresif.

Menghadapi atlet tangguh asal Muara Badak, Dewa menunjukkan kombinasi pukulan dan tendangan efektif yang membuatnya unggul dan berhak membawa pulang medali emas.

Simon Paranduk mengungkapkan rasa bangganya atas capaian anak asuhnya. Menurutnya, keikutsertaan di ajang terbuka ini memang menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang menghadapi Porprov Paser 2026.

“Kami ingin menguji kesiapan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding, mereka bisa menjawab tantangan dengan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kerja keras atlet di atas matras, tetapi juga berkat latihan yang konsisten dan disiplin selama ini.

Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para atlet tetap berlatih dengan penuh semangat demi mengharumkan nama daerah.

Simon juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Berau yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga, khususnya cabang beladiri.

“Kemenangan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Berau. Namun kami juga berharap ke depan ada peningkatan fasilitas. Dengan tempat latihan yang masih terbatas saja kami bisa tampil maksimal, apalagi jika difasilitasi gedung beladiri khusus,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan gedung beladiri yang representatif akan menjadi investasi besar bagi kemajuan olahraga di Berau.

Tidak hanya untuk wushu, tetapi juga bagi cabang beladiri lain agar dapat menjalankan latihan rutin secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Harapannya, dengan dukungan fasilitas yang memadai, atlet-atlet Berau mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga menembus level nasional bahkan internasional.

“Target kami jelas, ingin mencetak atlet-atlet Berau yang berprestasi di kancah daerah, nasional, hingga internasional. Potensi itu ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama mendukungnya,” tegas Simon. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#wushu #porprov #Atlet Berau #kaltim