Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tradisi 'Open House' Imlek Tokoh Tionghoa Berau: Simbol Perekat Silaturahmi yang Gak Ada Matinya

Beraupost • Kamis, 19 Februari 2026 | 07:05 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

SUASANA merayakan tahun baru Imlek 2477, tak jauh beda dengan perayaan Idulfitri. Warga Tionghoa di Tanjung Redeb juga saling kunjung.

Kemarin itu, Pak Yansen secara khusus mengundang santap malam di rumahnya. Sebagai bentuk kebersamaan. Jangan kada datanglah, begitu pesannya lewat WA Grup Warung Pojok.

Undangan itu ditujukan bagi seluruh anggota Warung Pojok. Warung kopi yang legend di Berau. Lokasinya di Jalan Niaga. Imlek tahun lalu juga ada undangan serupa.

Kediaman para tokoh Tionghoa juga terlihat ramai. Kediaman Oetomo Lianto ramai kendaraan. Suasana silaturahmi begini menjadi perekat sesama warga.

Sayang tidak hadir Daeng, kata teman lewat pesan WA. Iya, Imlek tahun ini saya tak tampak. Kebetulan masih di luar daerah. Masih ada urusan kesehatan, kata saya.

Tahun ini suasana sedikit beda. Waktu berkunjung ke rumah warga yang merayakan Imlek, terbatas. Tidak lain, hampir bersamaan Imlek dan awal Ramadan.

Bulan puasa, yang selalu jadi perhatian adalah keberadaan rumah makan dan warung kopi. Ada imbauan agar warung tidak mencolok pada kegiatan siang hari. Ini demi penghargaan bagi warga yang berpuasa.

Ada warung yang memilih tutup selama bulan Ramadan. Seperti Warung Samudra di Jalan Gajah Mada. Rumah makan memilih tutup selama 30 hari.

Nanti buka kembali sepekan setelah lebaran. Kami semua pulang kampung ke Jawa Mas, kata pemilik warung.

Bagaimana dengan Warung Kopi Pojok? Setahu saya, hanya tutup di dua hari awal puasa. Setelah itu buka kembali seperti biasa.

Bedanya, di hari lain pintu terbuka lebar. Selama puasa, pintu hanya sedikit. Banyak pengunjung yang tidak menjalankan puasa. Dan kalau mau aman, masuknya lewat pintu sebelah. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #imlek #Daeng Sikra