BERAU POST – Pulau Derawan kini resmi memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang diberi nama Rumah Pilah Sampah (RUPIAH).
Kehadiran TPS3R ini menjadi langkah baru dalam upaya pengelolaan sampah di kawasan wisata, seiring tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat maupun kunjungan wisatawan.
Situasi tersebut mendorong Pemkab Berau bersama WWF-Indonesia untuk membangun fasilitas TPS3R.
Pembangunan tersebut dimulai sejak September 2025 dan kini telah rampung serta siap dioperasikan setelah diresmikan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengapresiasi, seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan TPS3R di Pulau Derawan.
Menurutnya, fasilitas ini menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan pulau-pulau kecil, terutama saat musim wisatawan.
Pembangunan TPS3R pun selaras dengan capaian program Laut Sehat Bebas Sampah (SEBASAH) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dalam rangka mengurangi 70 persen sampah plastik yang masuk ke laut.
“Kami berharap dengan adanya TPS3R RUPIAH ini, masyarakat di Derawan akan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, demi menjaga keindahan dan keberlanjutan Pulau Derawan sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyebut, pembangunan TPS3R sudah selesai dan segera dioperasikan untuk mendukung kebersihan pulau.
“Kami bangga terhadap masyarakat dan para pihak yang telah terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan TPS3R ini ke depannya,” katanya.
Di Pulau Derawan sendiri, aktivitas wisata pada puncak musim liburan dapat menghasilkan sampah non-rumah tangga hingga 46.105,1 kilogram per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.
Fasilitas ini dilengkapi dengan kantor tim operasional, gudang penyimpanan alat, serta ruang pengelolaan sampah. Sejumlah peralatan penunjang juga telah tersedia sehingga TPS3R dapat langsung berjalan.
Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni, mengatakan keberadaan fasilitas ini menjadi langkah penting bagi masyarakat pulau dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menjadi keluhan, terutama saat kunjungan wisata meningkat.
“Kami senang sekali dengan adanya TPS3R ini. Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi di musim ramai wisatawan. Dengan adanya fasilitas ini, kami siap mulai mengelola sampah dengan dukungan masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” ujarnya.
TPS3R RUPIAH dikelola oleh 10 anggota tim yang telah mendapatkan pelatihan dasar, mulai dari jenis sampah, cara memilah yang benar, keselamatan kerja, hingga alur pengangkutan.
Selain tim operasional, pengelolaan TPS3R juga diperkuat dengan 10 local champion dari tiap RT. Mereka akan membantu menjadi teladan bagi masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sebelum diangkut petugas kebersihan.
Sementara itu, Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan TPS3R ini merupakan hasil kolaborasi WWF-Indonesia, WWF-Netherlands, serta mitra korporasi seperti Epson South East Asia dan Hilton Global Foundation.
Ia berharap RUPIAH dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan di pulau-pulau kecil.
“Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi tempat belajar, bertukar pengalaman, serta inspirasi bagi daerah lain untuk pengelolaan sampah di wilayah pesisir,” ujarnya.
Sampah yang dikelola di TPS3R RUPIAH difokuskan pada sampah anorganik dari hotel, penginapan, maupun rumah tangga. Sampah tersebut akan dipilah lebih detail berdasarkan jenisnya, seperti botol plastik, kaleng, hingga kemasan makanan.
"Kemudian, sampah yang sudah dikelompokkan tadi akan dikirim dan dijual ke beberapa pasar yang ada di luar Pulau Derawan. Pengelolaan sampah dipulau-pulau kecil ini sangat berbeda dengan pengelolaan sampah di daratan," jelasnya.
Selain area pengelolaan yang terbatas karena pulaunya kecil, listrik juga menjadi kendala.
Sementara tenaga listrik akan banyak digunakan pada proses pengepresan dan perencanaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kemudian, biaya pengiriman sampah terpilah antarpulau juga menjadi tantangan tersendiri.
Keberadaan TPS3R ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas.
Tetapi juga seluruh masyarakat dan pelaku wisata, demi menjaga Pulau Derawan tetap bersih dan lestari. (aja/hmd)
Editor : Nurismi