Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wisatawan Maratua Masih Sepi Imbas Cuaca, Aktivis Wisata Optimistis Penerbangan Ramai Saat Peak Season

Beraupost • Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:15 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

WAJAH teman saya yang tiap hari di Bandara Kalimarau cerah ceria. Berbunga-bunga, sibuk melayani pelanggannya.

Pesawat Air Asia yang terbang pagi tujuan Surabaya transit Balikpapan, terisi di atas 80 persen. Banyak yang mau pulang kampung ke Surabaya, kata Dian teman saya itu.

Panen dong, kata Saya menggoda. Cerianya jadi dua kali lipat. Counter check in antre panjang. Termasuk antrean penumpang tujuan Samarinda.

Mampir di salah satu kafe dekat pintu masuk ruang tunggu di lantai dua. Saya kenal pelayannya. Gadis Teluk Bayur.

Pagi-pagi Iqbal sudah di bandara. Pakai rompi mirip petugas bandara. Dia bicara banyak. Termasuk laporan khusus siapa-siapa saja yang berangkat. Hahaha.

Dia pun mengingatkan jangan lama-lama berangkatnya. Soalnya Ustaz Das'ad Latif mau tampil Minggu depan. Daeng harus ada di Berau, kata Iqbal.

Sambil lalu, Saya tanya soal layanan penerbangan pada Dian yang sehari-hari sibuk di bandara. Dian itu lebih lima tahun terakhir melayani banyak penumpang yang akan berangkat. Termasuk saya.

Apa kabar penerbangan ke Maratua? Dian langsung memandang wajah Saya dengan serius. Tidak bersuara, dia menggelengkan kepala. Penumpangnya sepi Daeng, katanya spontan.

Persoalannya di penumpang Daeng. Penumpangnya hanya belasan orang. Baik yang ke Maratua maupun penerbangan kembali. Kada menutupi biaya operasional, ungkapnya.

Dari sisi dukungan wisata, maskapai sudah siap memberikan kerja sama yang luar biasa. Sayang faktor penumpang yang masih sangat tidak mendukung.

Teman saya yang aktivis wisata, melihat dukungan penerbangan langsung ke Maratua sudah merupakan partisipasi yang luar biasa. Mungkin soal momennya saja, kata Yudi yang baru mendaki puncak Sitepu di Kelay.

Sekarang memang masih low season. Pada saat peak season, wisatawan akan banyak memerlukan jasa angkutan udara. Saya optimistis penerbangan ke Maratua akan ramai, kata Yudi.

Jumlah wisatawan dalam dua bulan terakhir ini masih sepi. Termasuk yang menggunakan jasa perahu cepat. Ini karena cuaca, tambahnya.

Jadi kita memaklumi kalau maskapai memilih tidak terbang ke Maratua pascapenerbangan perdananya.

Semua karena hitungan ekonomisnya. Apalagi menggunakan pesawat baling-baling ATR yang biaya operasionalnya tinggi.

Akan beda kalau penerbangan bersubsidi. Sedikit atau banyak penumpang, tetap terbang. Kita sabar menunggu peak season tiba, ungkapnya. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra