Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Disdikbud Berau Minta PORA Dihidupkan Kembali: Penting untuk Latih Berpikir Kritis dan Kolaborasi

Beraupost • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:35 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Wilayah VI Berau, Ahmadong. (SENO/BP)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Wilayah VI Berau, Ahmadong. (SENO/BP)

BERAU POST - Upaya menghidupkan kembali Persatuan OSIS Berau (PORA) didorong sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelajar menghadapi tantangan era modern.

Organisasi ini dinilai memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan generasi muda, khususnya di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Wilayah VI Berau, Ahmadong, menyampaikan bahwa PORA sejatinya memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter dan kompetensi pelajar.

Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama lintas sekolah, tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga penguatan kapasitas diri siswa.

Ia menjelaskan, ada sejumlah kompetensi utama yang relevan dikembangkan melalui PORA, di antaranya kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

“Kemampuan itu penting di abad sekarang dan harus mulai dilatih sejak sekolah,” ujarnya.

Ahmadong menilai, penguatan kompetensi tersebut tidak bisa hanya mengandalkan proses pembelajaran formal di kelas.

Diperlukan ruang-ruang organisasi yang mendorong siswa aktif berdiskusi, bekerja sama, serta berani menyampaikan gagasan. Dalam konteks ini, PORA dinilai tepat sebagai sarana pengembangan soft skill pelajar.

Ia berharap, pengurus PORA yang akan dibentuk nantinya dapat menjalin komunikasi intensif dengan kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan.

Dengan dukungan sekolah, organisasi ini diharapkan bisa kembali dibentuk dan dijalankan secara aktif.

“Harapan kami, ini disampaikan ke kepala sekolah agar PORA bisa dibentuk kembali,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmadong menyebut, melalui PORA, pelajar dari berbagai sekolah dapat saling berbagi praktik baik atau best practice.

Jika ada kendala dalam pelaksanaan program OSIS di satu sekolah, pengalaman tersebut dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama melalui jaringan organisasi.

“Kalau ada kendala, bisa dikomunikasikan dan belajar bersama,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap sekolah memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing. Dengan adanya PORA, keunggulan tersebut dapat saling melengkapi dan dikembangkan secara kolektif.

Interaksi lintas sekolah dinilai akan memperluas wawasan pelajar dan membangun semangat kolaborasi sejak dini.

Menurut Ahmadong, PORA tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan internal siswa, tetapi juga berpotensi membantu pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan.

Organisasi ini dapat menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, jejaring, dan kesiapan menghadapi dunia yang terus berubah.

“Organisasi seperti ini sangat membantu untuk ke depan,” terangnya.

Dengan dorongan tersebut, Disdikbud Kaltim Wilayah VI Berau berharap kebangkitan PORA dapat menjadi momentum memperkuat peran pelajar sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di era modern. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#berau #pembentukan karakter #osis