Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sering Bahayakan Pengendara, Dishub Berau Bakal Pasang Road Barrier Beton di Jalan Bujangga

Beraupost • Senin, 2 Februari 2026 | 13:45 WIB
SOLUSI: Polemik terkait dengan portal Bujangga sampai saat ini masih terus menjadi permasalahan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
SOLUSI: Polemik terkait dengan portal Bujangga sampai saat ini masih terus menjadi permasalahan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST– Insiden truk menabrak portal pembatas di Jalan Bujangga kembali menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, Dishub Berau berencana mengusulkan pemasangan pembatas jalan permanen berupa road barrier beton.

Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, mengungkapkan bahwa usulan tersebut akan diajukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026 atau anggaran murni 2027.

Namun demikian, realisasi rencana ini masih harus menunggu persetujuan dari pemilik kewenangan jalan dan jembatan, yakni Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kami di Dishub hanya memiliki kewenangan pengaturan lalu lintas. Untuk struktur jalan dan jembatan itu ranahnya PU. Karena itu, semua harus melalui koordinasi dan kajian bersama,” jelas Andi.

Ia menilai, penggunaan portal pembatas sebelumnya justru menyimpan risiko tinggi. Pasalnya, portal tersebut kerap ditabrak kendaraan berat hingga roboh dan hampir mencederai pengguna jalan lain.

“Portal itu berbahaya. Pernah roboh dan hampir menimpa pengendara motor maupun mobil. Kalau sampai terjadi kecelakaan serius, tentu akan menjadi persoalan besar. Itu yang menjadi pertimbangan utama kami,” ungkapnya.

Menurut Andi, Dishub Berau telah berulang kali melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Bahkan, surat permohonan arahan telah diajukan sejak beberapa tahun terakhir guna mencari solusi paling aman dan efektif.

Sebagai alternatif, Dishub mengusulkan pemasangan road barrier beton di dua sisi jalan. Desain pembatas tersebut akan menyisakan ruang yang hanya dapat dilalui kendaraan kecil, sehingga truk bertonase besar otomatis tertahan sejak awal.

“Kalau menggunakan beton, kendaraan besar tidak akan bisa menerobos. Pembatasnya tidak akan roboh seperti portal. Dari kejauhan sopir sudah bisa melihat dan langsung memutar balik, jadi jauh lebih aman,” ujarnya.

Selama ini, Dishub Berau juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti penjagaan di lokasi hingga pukul 23.00 Wita serta pemasangan rambu peringatan sementara.

Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif karena masih ada pengemudi truk yang nekat melintas.

“Banyak sopir hanya mengikuti Google Maps tanpa memperhatikan kondisi dan kelas jalan. Ini salah satu penyebab utama kendaraan besar tetap masuk,” tambah Andi.

Ke depan, Dishub Berau juga berencana memasang rambu larangan permanen serta mengarahkan kendaraan berat ke jalur alternatif yang lebih sesuai dengan kapasitas jalan.

Meski begitu, seluruh rencana tersebut tetap menunggu persetujuan resmi dari pemilik jalan, mengingat ruas Jalan Bujangga bukan merupakan aset pemerintah daerah.

“Kami akan terus proaktif mencari solusi terbaik. Jika sudah disetujui dan dianggarkan, pembatas beton akan dipasang di dua sisi agar benar-benar efektif dan tidak membahayakan pengguna jalan,” pungkasnyan. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#portal jalan #beton #Dishub Berau #road barrier