Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pesona "Tornado" Barakuda Maratua, Primadona Baru Wisata Selam Berau yang Siap Mendunia

Beraupost • Minggu, 1 Februari 2026 | 08:05 WIB
LEBIH AKTIF: Bupati Berau Sri Juniarsih, meminta Disbudpar Berau mempromosikan potensi wisata barakuda di perairan Maratua sebagai daya tarik unggulan wisata bahari Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)
LEBIH AKTIF: Bupati Berau Sri Juniarsih, meminta Disbudpar Berau mempromosikan potensi wisata barakuda di perairan Maratua sebagai daya tarik unggulan wisata bahari Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)

BERAU POST – Fenomena kemunculan barakuda di perairan Pulau Maratua mulai dipandang sebagai daya tarik spesifik yang berpotensi mengangkat citra wisata selam Kabupaten Berau.

Ikan predator yang kerap muncul bergerombol di sejumlah titik selam itu dinilai memiliki nilai jual tinggi di kalangan penyelam, terutama bagi wisatawan minat khusus yang mencari pengalaman menyelam berbeda.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyusun langkah promosi agar keunikan Maratua dapat dikenal lebih luas.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir mengungkapkan, upaya promosi itu diarahkan pada segmen pasar yang dinilai paling relevan, yakni komunitas penyelam dan pelaku industri wisata bahari.

Salah satu ajang yang dipilih adalah ajang Deep and Extreme Indonesia (DXI), pameran tahunan yang selama ini menjadi ruang temu pelaku industri selam, petualangan, serta wisata minat khusus dari berbagai daerah dan negara.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan bupati Berau, agar promosi pariwisata tidak lagi dilakukan secara umum, melainkan menyasar target yang jelas.

Pemerintah daerah menilai pendekatan promosi yang fokus dan tepat sasaran akan lebih efektif dibandingkan promosi massal yang tidak selalu menjangkau calon wisatawan potensial.

“Kalau dari pemerintah daerah memang belum ada promosi yang spesifik. Namun di lapangan, dokumentasi dari pengelola resort dan para penyelam sudah cukup banyak,” ujarnya.

Menurutnya, DXI dinilai sebagai kanal promosi yang paling sesuai untuk memperkenalkan potensi wisata bawah laut Berau, termasuk fenomena barakuda di Maratua.

Pameran tersebut rutin dihadiri komunitas diver, agen perjalanan wisata selam, produsen perlengkapan diving, hingga pemerintah daerah yang fokus mengembangkan wisata bahari.

“Pasarnya ada di situ semua. Komunitas diver, travel yang menjual paket selam, sampai daerah-daerah dengan potensi bawah laut berkumpul dalam satu forum,” katanya.

Pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah efisiensi anggaran. Di tengah keterbatasan dana promosi, Disbudpar Berau menilai keikutsertaan dalam DXI lebih efektif dibandingkan melakukan promosi ke luar negeri secara terpisah.

Dalam satu kegiatan, pemerintah daerah dapat menjangkau pasar domestik dan internasional sekaligus.

“Dengan anggaran yang ada, kami tidak perlu keluar negeri. Di DXI, target pasar sudah berkumpul, termasuk wisatawan mancanegara,” ucap Samsiah.

Dalam pelaksanaannya, promosi di DXI dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Disbudpar Berau menyiapkan fasilitas promosi seperti stan pameran, sementara materi dan narasi promosi diisi oleh pengelola resort serta agen perjalanan wisata selam yang lebih memahami kondisi lapangan.

Selain promosi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian dalam pengembangan wisata selam.

Ia menyebut, kawasan Maratua saat ini memiliki sekitar 40 penyelam bersertifikasi rescue diver, sementara di Derawan terdapat sekitar 10 penyelam dengan sertifikasi dive master. Hal itu dinilai cukup mendukung aktivitas wisata selam.

Berbeda dengan Kecamatan Bidukbiduk yang masih membutuhkan penguatan SDM. Apalagi sekarang kewenangan sertifikasi penyelam dialihkan ke pemerintah provinsi.

Padahal, kawasan Kaniungan Kecil dan Kaniungan Besar di Bidukbiduk memiliki potensi bawah laut yang tidak kalah menarik.

“Prinsipnya, sebelum dijual, SDM-nya harus siap. Jangan sampai potensi sudah dipromosikan, tapi dukungan manusianya belum memadai,” tutupnya. (aja/arp)

Editor : Nurismi
#Pulau maratua #pariwisata #Pesona #Kabupaten Berau #pemkab berau