Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Targetkan Cetak Sawah 2.000 Hektare di 2026, Lokasi Segah hingga Sambaliung Jadi Fokus Utama

Beraupost • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:57 WIB
TANAM PADI: Penanaman padi yang dilakukan secara simbolis di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
TANAM PADI: Penanaman padi yang dilakukan secara simbolis di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait melaksanakan kegiatan Penanaman Padi Perdana Lokasi Cetak Sawah Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2025 di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, Rabu (29/1).

Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0902/Berau Letkol Inf Wirahady Harahap, jajaran Forkopimda Berau, kepala OPD terkait, unsur TNI-Polri, perwakilan Kejaksaan, instansi pertanian provinsi dan kabupaten, hingga para kelompok tani setempat.

Dalam pemaparannya, perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Untung Pamilih menjelaskan alokasi anggaran cetak sawah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Berau seluas 428 hektare yang tersebar di empat kampung.

Di antaranya Kampung Labanan Jaya seluas 68 hektare, Kampung Melati Jaya 111 hektare, Kampung Buyung-Buyung 209 hektare, dan Kampung Merancang Ulu 37 hektare.

Khusus di Kampung Buyung-Buyung, areal cetak sawah terbagi menjadi dua titik. Penanaman padi perdana yang dilaksanakan ini disebut sebagai satu-satunya kegiatan serupa di Kalimantan Timur dan menjadi capaian penting dalam mendukung program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 70 persen dari total luasan 209 hektare dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

Sementara itu, untuk Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Berau direncanakan mendapatkan alokasi cetak sawah seluas 2.000 hektare.

Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa mengapresiasi dan terima kasih kepada Dandim 0902/Berau beserta seluruh unsur Forkopimda yang telah hadir dan mendukung program tersebut.

Ia mengungkapkan saat ini total luas persawahan di Kampung Buyung-Buyung mencapai 500 hektare, ditambah 209 hektare dari program cetak sawah, sehingga total menjadi 709 hektare lahan siap tanam.

“Panen tiga bulan lalu menghasilkan 16 ton gabah. Kami berharap arahan Presiden RI terkait ketahanan pangan dapat kita sukseskan bersama melalui sinergi seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0902/Berau, Letkol Inf Wirahady Harahap menegaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ia menyebutkan saat ini Indonesia tidak lagi melakukan impor beras dari sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, dan Kamboja, sehingga upaya kemandirian pangan harus terus diperkuat.

“Program Cetak Sawah Rakyat ini adalah bagian dari proyek strategis nasional dan Nawa Cita Presiden RI. Tujuannya agar ketahanan pangan dan energi bangsa tidak bergantung pada negara lain, terlebih di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu,” tegasnya.

Dandim juga menargetkan penyelesaian cetak sawah di Berau dapat dipercepat sebelum pertengahan Februari 2026, mengingat persiapan lahan untuk program tahun berikutnya sudah menanti.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta mendorong optimalisasi peran kelembagaan seperti KDKMP sebagai penampung hasil pertanian guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Perakitan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, Akhmad Hamdan memberikan apresiasi atas kinerja Kodim 0902/Berau dan seluruh pihak yang terlibat.

Apalagi, Kabupaten Berau dinilainya dapat menjadi contoh dan panutan bagi daerah lain dalam pelaksanaan program cetak sawah.

Ia menyebutkan, target produktivitas padi ke depan diharapkan mencapai 6–8 ton per hektare, meningkat dari rata-rata saat ini sebesar 4,5 ton per hektare.

Melalui pembentukan Brigade Pangan, petani diharapkan mendapat kemudahan akses mulai dari alat mesin pertanian, pupuk, benih, hingga pascapanen.

Pengarahan juga disampaikan Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Berau yang menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif TNI dalam menyukseskan swasembada pangan.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Berau direncanakan memperoleh alokasi oplah seluas 2.000 hektare yang akan dilaksanakan di Kecamatan Segah, Gunung Tabur, dan Sambaliung.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#cetak sawah #pemkab berau