Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tips Nongkrong Asyik di Tepian Berau Tanpa Takut Harga: Malu Bertanya, Sesat di Dompet

Beraupost • Kamis, 29 Januari 2026 | 08:40 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

MALU bertanya sesat di tepian. Teman saya di Warung Pojok tertawa. Apa masalahnya Daeng?
Di media sosial, ada cerita pengunjung tepian yang terkejut dengan harga yang ditawarkan pedagang yang jualan di etalase kota itu. Ujarnya mahal bujur.

Saya pun membaca soal itu tertawa kecil. Kenapa? Saya termasuk punya peran dalam menghadirkan tempat nongkrong di tepian itu. Jadi saya hafal betul.

Mereka sudah hadir sejak 20 tahun lebih. Ada yang masih berjualan sejak awal seperti Pak Saparudin dan Om Jek. Yang lainnya sudah berpindah tangan. Awal hadirnya tempat berjualan itu tak ada yang berminat untuk berjualan.

Sempat carut marut. Terutama jenis jualannya. Dulu ada yang jualan soto kikil yang laris manis. Juga ada minuman segar yang ditawarkan oleh Bagong.

Sekarang sudah sedikit tertata. Semakin cantik. Orang berebut bisa jualan di situ . Apalagi diberi gerobak yang gratis.

Mereka juga harus menyisihkan uang untuk membayar listrik dan air. Bayarannya setiap malam. Listrik dan air dikelola pihak ketiga. Belum lagi harus membayar retribusi serta biaya bongkar pasang kursi dan gerobak.

Bisa jadi, atas dasar pengeluaran itu yang jadi pertimbangan menentukan tarif. Bagaimana pun mereka juga harus berhitung, apalagi pengunjung tidak selalu ramai.

Urusan harga itu haknya penjual. Sebagai pembeli juga punya hak. Hak untuk bertanya, bila perlu menawar. Kalau cocok ya bungkus.

Mungkin bisa juga diberi pelatihan bagi para pedagang. Ilmu yang perlu dibagikan adalah bagaimana menentukan harga jual.

Paling tepat, bertanya saja soal harga. Kalau tak cocok silakan berlalu. Sebab suasana malam di tepian itu yang jadi nilai tambah.

Boleh saja roti bakar harga nya Rp 30 ribu menjadi tidak mahal di suasana malam nan syahdu. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra