BERAU POST - Pemerintah Kabupaten Berau terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkeadilan dan responsif gender.
Melalui pelaksanaan Pertemuan Focal Point Perangkat Daerah Kabupaten Berau dan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).
Kegiatan ini dirangkai dengan pendampingan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Gender Analysis Pathway (GAP), serta Gender Budget Statement (GBS) bagi seluruh perangkat daerah, dan berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, sejak 26 hingga 28 Januari 2026.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said menuturkan, pengarusutamaan gender bukan sekadar program administratif.
Melainkan bagian integral dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang harus dipahami serta diterapkan secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah.
Muhammad Said menyampaikan rasa syukur atas capaian Kabupaten Berau yang pada 9 Januari 2026 lalu berhasil meraih Peringkat Terbaik II Pembangunan Bidang Kesetaraan Gender dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam perencanaan kebijakan yang berwawasan gender.
Pertemuan ini bertujuan untuk semakin memperkuat peran dan fungsi Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (Pokja PUG), Tim Teknis PUG, serta Focal Point di internal perangkat daerah, baik dari sisi kelembagaan maupun implementasi teknis di lapangan.
Hal tersebut sejalan dengan ketentuan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Berau Nomor 55 Tahun 2019 tentang Tim Driver Perencanaan Penganggaran Responsif Gender, serta Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengarusutamaan Gender di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender yang telah kita laksanakan pada Februari 2025 lalu. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa pemahaman dan kapasitas aparatur daerah dalam menyusun dokumen PPRG semakin baik dan aplikatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti bimbingan teknis ini dengan sungguh-sungguh, sehingga output yang dihasilkan benar-benar dapat mendukung pembangunan berbasis gender di Bumi Batiwakkal.
Pemerintah Kabupaten Berau, memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan kesetaraan, aksesibilitas, dan kesempatan yang sama bagi kaum perempuan di berbagai sektor pembangunan.
“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang yang adil dan aman, serta menjamin ketersediaan akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan bagi perempuan, dengan mengedepankan penilaian yang objektif dan perspektif gender yang berkeadilan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa perempuan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu daerah. Sebagai madrasah pertama dalam keluarga, perempuan harus diberdayakan agar mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan dan memperkuat kolaborasi, sehingga pembangunan daerah yang berwawasan gender dapat terwujud sesuai dengan harapan bersama. (aja/hmd)
Editor : Nurismi