PEKAN lalu akhirnya terlaksana juga keinginan yang lama dibicarakan. Masuknya layanan reguler pesawat berbaling-baling ke Pulau Maratua dari Kalimarau.
Acaranya meriah. Hadir langsung Gubernur Kaltim Rudi Mas'ud, Bupati Berau Sri Juniarsih, dan sejumlah pejabat di daerah. Manajemen maskapai juga lengkap.
Mereka yang menekuni bisnis wisata, antara senang dan pesimistis. Senang karena ada layanan angkutan pilihan. Sebaliknya, mereka juga bertanya tanya soal tarif tiketnya.
Mereka boleh saja merasa pesimistis. Namanya juga pilihan. Tinggal menyampaikan pada tamu dengan layanan baru dengan pesawat udara. Tarif tentu beda dengan layanan speedboat.
Ada bisik-bisik para operator perahu cepat di dermaga wisata. Pokoknya kita bersaing saja, kata mereka.
Yang mau naik pesawat silakan, dan yang mau naik speedboat kita layani dengan baik, tambahnya.
Ini saatnya komunitas operator speedboat memperbaiki pelayanan mereka. Setidaknya lebih baik dari selama ini.
Bahwa ada persoalan perizinan dan kelayakan operasional, ini pun harus diselesaikan di tingkat instansi. Kabarnya banyak angkutan yang belum berizin.
Pemkab yang ingin menjadikan pariwisata sebagai pemasok utama PAD harus memperhatikan hal kecil yang selama ini jadi hambatan. Salah satunya soal izin operasional perahu cepat.
Tentu akan ada semangat baru hadirnya layanan angkutan udara ke pulau wisata. Bukan untuk para wisatawan saja, tapi juga pilihan bagi masyarakat setempat.
Memang soal tarif yang jadi persoalan. Tapi angka itu adalah hasil keekonomian maskapai. Kita tahu, operasional pesawat baling-baling lebih besar. Akan beda bila ada skenario subsidi ongkos angkut dari Pemkab Berau.
Bagaimana pun penerbangan ini adalah hitungan bisnis. Bisa saja di awal masih harus ditutupi dari operasional rute lainnya. Kalau dianggap tidak memberi keuntungan akan ada evaluasi.
Bagaimana pun, maskapai sudah menawarkan pilihan lain. Tinggal kita saja yang memilih. (sam)
@daengsikra.id