Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tak Ingin Tergerus Zaman, Bupati Sri Juniarsih Komitmen Jadikan Sejarah Berau Destinasi Wisata Edukatif

Beraupost • Senin, 19 Januari 2026 | 08:45 WIB
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)

BERAU POST – Upaya pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau, kini tidak lagi semata bertumpu pada pesona alam, tetapi juga diarahkan pada penguatan wisata berbasis sejarah dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Berau melihat peninggalan sejarah sebagai identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikemas menjadi destinasi wisata edukatif sekaligus bernilai ekonomi.

Melalui program revitalisasi cagar budaya, Pemkab Berau berkomitmen menjaga dan merawat warisan leluhur tanpa menghilangkan keaslian bangunan maupun nilai historis kawasan bersejarah.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk memperkaya ragam destinasi wisata, sekaligus memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat luas dan generasi muda.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya.

Menurutnya, sejarah dan tradisi merupakan kekuatan daerah yang tidak boleh tergerus oleh arus modernisasi.

“Budaya adalah aset penting bagi daerah. Kita tidak boleh meninggalkan tradisi, justru harus memastikan nilai-nilai budaya ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ujarnya kepada awak media ini.

Sebagai wujud keseriusan tersebut, Pemkab Berau telah melaksanakan berbagai program pelestarian budaya.

Mulai dari pembangunan kawasan terpadu dan balai adat, hingga revitalisasi bangunan serta situs bersejarah di sejumlah wilayah.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus revitalisasi di antaranya kawasan Kota Tua, pembangunan gapura wisata Kota Tua, Gedung Bioskop lama dan Museum Batu Bara di Kecamatan Teluk Bayur, penataan makam-makam bersejarah, serta kawasan Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur yang menjadi saksi perjalanan sejarah Berau.

Sri Juniarsih menekankan bahwa proses revitalisasi bangunan bersejarah tidak boleh mengubah bentuk aslinya. Menurutnya, keunikan dan nilai sejarah justru terletak pada keaslian bangunan tersebut.

“Gedung Bioskop lama di Teluk Bayur memiliki nilai sejarah yang kuat. Saat direvitalisasi, bentuk aslinya harus tetap dipertahankan agar tidak kehilangan nilai historisnya,” tegasnya.

Pelestarian dua kawasan kesultanan tersebut juga masuk dalam 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Berau.

Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan fisik keraton, penataan lingkungan sekitar, hingga penyediaan fasilitas penunjang demi meningkatkan kenyamanan wisatawan.

“Melalui pelestarian ini, kami ingin generasi mendatang memahami sejarah dan perjalanan Berau di masa lalu,” tuturnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#sejarah #revitalisasi #teluk bayur #wisata edukasi #Kabupaten Berau #pemkab berau #budaya