Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Resmi Dilantik Bupati Sri Juniarsih, Pimpinan Baznas Berau 2025–2030 Siap Berantas Kemiskinan Ekstrem

Beraupost • Selasa, 13 Januari 2026 | 11:05 WIB
DILANTIK: Pimpinan baru Baznas Berau periode 2025-2030 telah dilantik dan diminta memperkuat peran zakat untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (IZZA/BP)
DILANTIK: Pimpinan baru Baznas Berau periode 2025-2030 telah dilantik dan diminta memperkuat peran zakat untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (IZZA/BP)

BERAU POST– Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melantik dan mengambil sumpah jabatan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau periode 2025–2030 di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Kabupaten Berau, Senin (12/1).

Sekaligus menegaskan peran strategis Baznas dalam memperkuat ketahanan sosial dan membantu pemerintah daerah menurunkan kemiskinan.

Sri Juniarsih menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan Baznas Berau yang baru. Ia menegaskan, proses penetapan pimpinan dilakukan melalui tahapan penilaian yang objektif, akuntabel, serta mengedepankan prinsip integritas.

“Saya harap dengan pelantikan ini, para pimpinan yang terpilih dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ini adalah komitmen yang saya anggap sangat mulia,” ujarnya.

Adapun para pimpinan yang telah terpilih memiliki kompetensi untuk mengemban tugas kemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Ia meminta Baznas dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, Baznas memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Baznas periode sebelumnya atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemkab Berau.

Ke depan, ia menargetkan kolaborasi tidak hanya dengan Baznas Berau, tetapi juga dengan Baznas Provinsi Kalimantan Timur untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Apalagi tugas Baznas sangat luas, mulai dari menghimpun hingga menyalurkan zakat, infak, sedekah, hingga mengelola dana sosial keagamaan lainnya secara profesional.

Penyaluran itu harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan san sebagainya. Salah satu fokus yang sedang digarap adalah penurunan angka stunting.

“Saat ini kami sedang menurunkan angka stunting. Penanganan stunting harus tepat, termasuk dalam pemberian bantuan seperti susu, karena tidak semua jenis susu cocok untuk anak stunting," jelasnya.

Ia meminta agar kolaborasi tidak hanya melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Dinas Sosial (Dinsos), tetapi juga OPD lain, agar tidak terjadi Benton ganda pada satu keluarga sementara yang lain belum tersentuh.

Sementara itu, Wakil Ketua III Baznas Kaltim, Badrus Syamsi, mengingatkan bahwa Baznas bukan organisasi masyarakat, melainkan lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Baznas bekerja secara kolektif kolegial. Semua keputusan yang keluar adalah hasil pleno para pimpinan, tetapi tetap mengedepankan syariat Islam,” ujarnya.

Ia juga selamat kepada pimpinan Baznas Berau yang baru dan mengingatkan bahwa amanah tersebut adalah tugas mulia.

Menurutnya, kerja Baznas tidak bisa dijadikan sampingan dan harus dijalankan tepat waktu.

Di tengah efisiensi anggaran 2026, ia melihat peluang bagi Pemkab Berau memanfaatkan Baznas untuk membantu masyarakat selama aman secara aman syariat, aman regulasi, dan aman NKRI.

Ia menegaskan, Baznas Kaltim siap mendukung selama program yang dijalankan bertujuan untuk kemaslahatan umat.

Ia mendorong Baznas Berau agar inovatif dalam membuat program dan terus menjalankan program yang sudah ada, seperti Rumah Sehat Baznas.

“Kami akan melakukan audit rutin. Program itu harus hidup dan berjalan sebagai mitra pemerintah,” tegasnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Pemkab Berau dalam pengembangan ekonomi masyarakat, seperti batik Berau, kakao, dan sektor lainnya.

Kepala Baznas Berau, Muhammad Gazali, meminta dukungan seluruh kepala OPD agar Baznas bisa berperan maksimal membantu Pemkab Berau menurunkan angka kemiskinan.

“Saat ini masih ada sekitar 12.500 masyarakat miskin yang harus kita selesaikan. Baznas adalah bagian dari Pemkab yang akan membantu menurunkan angka tersebut,” katanya.

Ia berharap dukungan dari OPD dan pihak ketiga dapat memberi dampak positif dan meringankan tugas pemerintah daerah. Tentunya, dengan kolaborasi yang kuat, persoalan sosial yang dihadapi bisa lebih cepat ditangani.

“Kami mohon dukungan agar bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” tutupnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#berantas kemiskinan #Baznas Berau #pelantikan #pengurus