BERAU POST - Sektor pertanian di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif. Dukungan pemerintah daerah yang berkelanjutan.
Ditambah tingginya animo petani, menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Salah satu indikatornya adalah, masifnya keberadaan Kelompok Tani (KT) hampir di setiap kampung yang aktif mengajukan usulan bantuan pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, mengatakan seluruh proposal yang diajukan KT akan diproses sesuai ketentuan.
Usulan yang masuk berasal langsung dari bawah dan disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Setiap Kelompok Tani yang mengajukan proposal kita proses,” ujarnya Selasa (6/1).
Menurut Junaidi, jenis bantuan yang diusulkan cukup beragam, mulai dari pupuk, bibit tanaman, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bibit ternak.
Ia menjelaskan, apabila proposal telah masuk dan anggaran tersedia, pihaknya akan mengajukan usulan tersebut kepada bupati untuk mendapatkan persetujuan.
Selama ini, hampir seluruh kampung di Berau telah memiliki KT yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), sehingga memudahkan proses pembinaan dan pengawasan.
“KT itu hampir ada di setiap kampung dan tergabung dalam Gapoktan,” katanya.
Kondisi ini dinilai sangat membantu pemerintah dalam menyalurkan program pertanian secara tepat sasaran.
Junaidi menambahkan, animo petani di Berau tergolong tinggi. Pembentukan KT baru juga terus terjadi, seiring dengan adanya pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Saat ini, jumlah PPL yang dimiliki Berau, termasuk PPL perkebunan, mencapai 97 orang.
“Kalau digabung dengan PPL perkebunan, jumlahnya 97 orang,” jelasnya.
Dengan jumlah tersebut, hampir setiap kampung telah memiliki pendamping yang siap membantu KT maupun masyarakat yang ingin membentuk kelompok tani baru.
Ia menilai keberadaan KT sangat penting karena aktivitas pertanian menjadi lebih terorganisir dan mudah dikontrol.
Selain itu, penyaluran bantuan pemerintah juga harus melalui sistem yang telah ditentukan.“Kalau ada bantuan harus masuk lewat Simluhtan,” ucapnya.
Melalui sistem tersebut, pembinaan KT dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terarah. Tak hanya fokus pada penguatan kelembagaan petani, DTPHP Berau juga melanjutkan program strategis di sektor tanaman pangan.
Salah satunya adalah program cetak sawah yang dinilai mampu meningkatkan luas tanam dan produksi padi daerah. “Tahun ini kita lanjutkan cetak sawah,” kata Junaidi.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 lalu, Berau berhasil mencetak sawah baru seluas 425 hektare. Sementara pada 2026, target cetak sawah ditingkatkan secara signifikan.
“Tahun 2026 kita targetkan 2.000 hektare,” pungkasnya.
Dengan berbagai dukungan tersebut, sektor pertanian Berau diyakini semakin solid dan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat kampung. (sen/hmd)
Editor : Nurismi