Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Proyek Masa Depan: Kebun Induk Kakao Berau Siap Pasok Ribuan Benih Bersertifikat untuk Wilayah Utara

Beraupost • Senin, 29 Desember 2025 | 09:20 WIB
ILUSTRASI: Pemkab Berau menyiapkan kebun induk kakao untuk menjadi sentra bibit kakao melalui UPTD BBTP Berau. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Pemkab Berau menyiapkan kebun induk kakao untuk menjadi sentra bibit kakao melalui UPTD BBTP Berau. (BERAU POST)

BERAU POST – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau, memperkuat sektor perkebunan terus berlanjut.

Salah satu langkah yang kini tengah disiapkan adalah menjadikan Berau sebagai sentra pengadaan bibit kakao di wilayah Kalimantan Timur bagian utara.

Rencana tersebut diwujudkan melalui pembangunan kebun induk kakao yang akan berlokasi di UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan (BBTP), Kampung Tumbit Melayu.

Pembangunan kebun induk kakao ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian bibit tanaman perkebunan di Berau.

Selama ini, kebutuhan bibit kakao petani masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, baik dari provinsi lain maupun pihak swasta.

Pelaksana Bidang Produksi Dinas Perkebunan Berau, Sunarto, menjelaskan bahwa UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung program pengembangan komoditas perkebunan daerah.

Dari tujuh fungsi utama yang dimiliki UPTD tersebut, salah satunya adalah penyediaan benih unggul untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

“Sebagai balai benih, UPTD memang diberikan kewenangan untuk memproduksi dan menyediakan bibit. Untuk tahap awal, kami merencanakan pembangunan kebun induk kakao seluas satu hektare,” katanya.

UPTD BBTP di Kampung Tumbit Melayu sendiri memiliki luasan lahan sekitar 10 hektare. Area tersebut telah dibagi sesuai peruntukannya, yakni kebun produksi di bagian depan dan lahan yang disiapkan sebagai kebun induk di bagian belakang.

Dari satu hektare lahan kebun induk, diperkirakan dapat ditanami sekitar 1.000 pohon kakao.

Namun, kebun induk tidak bisa langsung menghasilkan bibit dalam waktu singkat. Prosesnya membutuhkan tahapan yang cukup panjang.

“Persiapan kebun induk rencananya dimulai tahun depan, diawali pembukaan lahan dan penyiapan teknis. Untuk bisa berfungsi penuh sebagai sumber benih, tanaman kakao membutuhkan waktu minimal empat tahun,” jelasnya.

Pengelolaan kebun induk kakao nantinya akan dilakukan oleh tim UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan dengan pendampingan teknis dari Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI).

Tim dari BRMP TRI dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kesiapan lahan serta memberikan arahan teknis terkait standar pengelolaan kebun induk.

Hingga saat ini ketersediaan kebun induk kakao di Kalimantan Timur masih sangat terbatas. Meski terdapat kebun pengembangan, namun kebun induk yang benar-benar berfungsi sebagai sumber benih bersertifikat di tingkat kabupaten belum memadai.

“Karena keterbatasan itu, Berau ditetapkan sebagai salah satu lokasi strategis pengadaan bibit kakao untuk wilayah utara Kaltim,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, melalui Dinas Perkebunan Berau juga telah melakukan koordinasi dan studi teknis ke BRMP TRI.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung tata cara pembangunan kebun induk kakao, termasuk teknik penyediaan entres, pengelolaan tanaman, hingga contoh praktik di lapangan.

“Studi dilakukan bukan hanya teori, tapi kami juga turun langsung melihat kebun kakao, termasuk proses pasca panennya,” katanya.

Melalui pembangunan kebun induk ini, ditargetkan mampu menghasilkan bibit kakao bersertifikat yang terjamin kualitas dan asal-usulnya.

Bibit tersebut nantinya akan disalurkan kepada petani melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah daerah.

Selain kakao, Disbun nantinya juga merencanakan pembangunan kebun induk lada yang pendanaannya bersumber dari APBN.

Namun hingga saat ini, realisasi kedua program tersebut masih menunggu kepastian dukungan anggaran.

“Dari sisi perencanaan dan kesiapan lahan sudah siap. Tinggal menunggu kejelasan anggaran,” pungkasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#bibit kakao #perkebunan #Kabupaten Berau