Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kasus Kekerasan Meningkat, Bupati Sri Juniarsih Beri Ultimatum Keras ke DPPKBP3A Berau

Beraupost • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:35 WIB
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)

BERAU POST – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Berau, dalam beberapa bulan terakhir terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Peningkatan jumlah kasus yang berhasil diungkap tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga mengindikasikan bahwa persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Fenomena tersebut pun mendapat perhatian serius dari Bupati Berau, Sri Juniarsih. Ia menilai, meningkatnya kasus kekerasan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa atau sekadar data statistik semata.

Menurutnya, kondisi ini harus disikapi secara tegas, serius, dan menyeluruh dengan langkah-langkah nyata di lapangan.

Bupati menegaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tugas dan fungsi di bidang perlindungan perempuan dan anak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKBP3A), harus mengambil peran lebih aktif.

Ia meminta agar dinas tersebut tidak hanya fokus pada pekerjaan administratif atau penyelesaian laporan di balik meja.

“Penanganan kasus kekerasan tidak cukup hanya menunggu laporan. Harus ada upaya pencegahan yang masif dan berkelanjutan dengan turun langsung ke masyarakat,” tegas Sri Juniarsih.

Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami bentuk-bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun kekerasan dalam rumah tangga, khususnya yang menimpa anak dan perempuan.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi dinilai sangat penting untuk terus digencarkan hingga ke tingkat kampung dan lingkungan terkecil.

“Kegiatan sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat harus terus dilakukan. Ini penting agar masyarakat lebih sadar, memahami hak-haknya, dan tidak takut untuk melaporkan jika terjadi tindak kekerasan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, bupati Berau secara tegas memberikan ultimatum kepada DPPKBP3A agar lebih maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Ia menginginkan adanya langkah konkret yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya program di atas kertas.

Ia berharap, dengan kehadiran langsung petugas di lapangan, kasus kekerasan dapat dicegah sejak dini, korban mendapatkan pendampingan yang layak, serta pelaku dapat ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Lebih jauh, Sri Juniarsih juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga.

Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak dan perempuan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

“Pemkab Berau berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi tersebut demi memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan dapat berjalan secara optimal. Dengan langkah bersama dan kepedulian semua pihak, diharapkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Berau dapat ditekan secara signifikan ke depannya,” tutupnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#Ultimatum #kekerasan perempuan dan anak #Kabupaten Berau #Bupati Berau Sri Juniarsih