BERAU POST – Pemkab Berau menjalankan Program Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri) sebagai wadah bagi perempuan untuk berkreasi sekaligus mempromosikan hasil produksi kampung masing-masing.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam ketahanan keluarga dan pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Setkab Berau, Jaka Siswanta, saat membuka Seminar Perempuan dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 di ruang rapat RPJMD Bapelitbang, Senin (22/12).
Kegiatan yang mengusung tema Pemberdayaan Perempuan sebagai Pilar Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Maju tersebut dirangkaikan dengan lomba tahfiz Alquran dan lomba merangkai pangan lokal.
Seminar diikuti oleh perwakilan organisasi perempuan, kader kampung, serta peserta lomba dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
Dikatakan Jaka, salah satu misi Pemkab Berau adalah memperkuat pembangunan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, khususnya pada aspek pemberdayaan ekonomi.
“Kami menyadari potensi ekonomi kreatif mampu menjadi sektor andalan daerah. Ibu-ibu di Kabupaten Berau memiliki karya yang luar biasa, baik dari olahan makanan maupun kerajinan tangan,” ujarnya.
Kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi diyakini mampu meningkatkan pendapatan keluarga, tanpa mengesampingkan peran utamanya sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
“Perempuan memiliki peran ganda. Selain berkontribusi dalam ekonomi keluarga, perempuan juga menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi penerus,” katanya.
Ia juga mendorong organisasi-organisasi wanita di Kabupaten Berau agar terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi, sehingga mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah ke depan. Rangkaian kegiatan Hari Ibu ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan Berau untuk terus berkarya.
Di samping itu dirinya juga mengapresiasi atas capaian Kabupaten Berau yang berhasil meraih Terbaik I Arindama Bidang Kesetaraan Gender pada 2024.
Ke depan, Pemkab Berau menargetkan dapat kembali meraih penghargaan Arindama di bidang pelayanan publik kesetaraan gender pada 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menambahkan, seminar ini dirangkaikan dengan pembukaan lomba Tahfidz Alquran serta lomba merangkai bunga, buah, dan sayur.
Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadapperan perempuan dan ibu sebagai pilar keluarga, pendidik utama generasi, serta agen perubahan dalam pembangunan masyarakat.
“Diharapkan terwujud perempuan yang beriman, kreatif, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengannilai-nilai religius, budaya, serta kearifan lokal Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Adapun tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan peran strategis perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Menumbuhkan nilai religius melalui Lomba Tahfidz Al-Quran, mengembangkan kreativitas dan keterampilan perempuan melalui lomba merangkai bunga, buah, dan sayur. Serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar organisasi perempuan.
“Kami juga berharap dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri perempuan, tumbuhnya semangat religius melalui pembinaan generasi penghafal Al-quran, berkembangnya kreativitas dan keterampilan perempuan, juga terjalinnya kebersamaan dan sinergi antar organisasi perempuan,” tutupnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi