BERAU POST – Bupati Berau Sri Juniarsih menghadiri Wisuda 1 Juz dan kegiatan Parenting Qurani dengan Fondasi Wakaf yang digelar Pengurus Yayasan Salmiacare Kabupaten Berau di Masjid Nuril Ilmu, Minggu (14/12).
Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menekankan pentingnya keberadaan para tahfidzul quran dalam upaya menumbuhkembangkan generasi Qurani di Kabupaten Berau.
Menurutnya, para penghafal Alquran memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang mampu membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan masyarakat.
“Keberadaan para tahfidzul quran atau para penghafal Alquran memiliki arti penting dalam upaya kita menumbuhkembangkan generasi Qurani, sebagai generasi penerus yang dapat membumikan Alquran, mewujudkan masyarakat Berau yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Pihaknya menyambut baik pelaksanaan wisuda tahfidz tersebut. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan cita-cita pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sejahtera, dan berbudi luhur.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan berbasis Islam yang diharapkan mampu melahirkan tokoh-tokoh agama di Kabupaten Berau.
Dirinya juga menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda. Ia berpesan, agar hafalan yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Menurutnya, para santri merupakan generasi harapan yang kelak diharapkan tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, berilmu, dan mampu menjadi pemimpin daerah.
“Saya ucapkan selamat kepada anak-anakku yang hari ini diwisuda. Pertahankan hafalan dan terus tambah hafalannya. Anak-anakku adalah generasi harapan, generasi Qur’ani yang kelak diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, dan menjadi pemimpin daerah ini,” ucapnya.
Sri Juniarsih juga mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang telah berperan dalam proses pendidikan Alquran.
Ia menilai dedikasi, keistiqomahan, serta ketulusan para pendidik menjadi kunci dalam menjaga kemurnian Alquran di Bumi Batiwakkal. Ia berharap segala upaya yang dilakukan para ustaz dan ustazah bernilai sebagai amal kebaikan.
Lanjutnya, pendidikan Alquran tidak hanya berlangsung di lembaga pendidikan formal maupun nonformal, tetapi harus diperkuat di lingkungan keluarga.
Peran orang tua dinilai sangat sentral sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai keislaman, akhlak, serta kecintaan terhadap Alquran di rumah.
Melalui parenting Qurani, orangtua diingatkan bahwa membangun generasi yang kuat imannya dimulai dari keluarga yang memiliki fondasi kokoh.
Keteladanan, doa, dan lingkungan yang kondusif disebut menjadi faktor penting dalam menumbuhkan anak-anak dengan nilai kebaikan dan tanggung jawab.
Ia juga menyinggung pentingnya wakaf sebagai instrumen keberlanjutan pendidikan dan dakwah. Wakaf merupakan bentuk penanaman kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.
Pemkab Berau menyambut baik dan mendukung inisiatif wakaf produktif yang bertujuan memperkuat pendidikan Alquran, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, serta memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi inspirasi untuk terus menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter, serta menumbuhkan semangat berwakaf sebagai bentuk kepedulian dan investasi akhirat," harapnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi