BERAU POST - Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan kembali mengukir prestasi nasional setelah berhasil meraih penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (AKIP) 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan AKIP Kementerian Perhubungan yang berlangsung di Ruang Mataram, Gedung Karya, Jakarta, dan dihadiri jajaran pejabat tinggi serta perwakilan PPID dari seluruh unit kerja.
Kegiatan AKIP menjadi forum apresiasi bagi unit-unit kerja yang dinilai konsisten menjalankan amanat keterbukaan informasi sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Tahun 2025 mencatat peningkatan signifikan, dengan 40 unit PPID meraih predikat “Informatif”—angka tertinggi sepanjang penyelenggaraan, sekaligus mencerminkan budaya transparansi yang terus menguat di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menyebut pencapaian ini sebagai hasil komitmen kolektif organisasi. “Penghargaan ini bukti bahwa konsistensi kami dalam keterbukaan informasi berjalan di jalur yang tepat,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan informasi publik menjadi prioritas berkelanjutan, seraya memastikan masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah dan akurat. “Transparansi ini harus terus dijaga,” tuturnya.
Dalam penyelenggaraan AKIP 2025, Otban Wilayah VII menempati peringkat keenam dari 511 PPID di lingkungan Kementerian Perhubungan dan meraih peringkat pertama di antara PPID Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Skor 97,8 yang diraih menggambarkan tingkat kepatuhan tinggi terhadap standar penilaian keterbukaan, termasuk aspek responsivitas, akurasi penyampaian informasi, serta kesiapan layanan digital.
Kementerian Perhubungan menilai keterbukaan informasi sebagai bagian penting dari pelayanan publik, terutama karena sektor transportasi merupakan tulang punggung mobilitas nasional.
Di tengah arus digitalisasi dan meningkatnya ekspektasi publik, kementerian menegaskan bahwa semua unit kerja wajib menjaga kualitas layanan informasi yang cepat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ferdinan menilai penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga dorongan agar Otban Wilayah VII terus meningkatkan profesionalitas. “Ini jadi motivasi untuk mempertahankan standar tertinggi,” terangnya.
Ia menekankan bahwa langkah penguatan informasi publik akan terus diperluas agar lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan capaian ini, Otban Wilayah VII menegaskan bahwa perjalanan menuju pelayanan publik yang modern dan berorientasi masa depan masih terus berlanjut.
Komitmen memperkuat nilai transparansi akan menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
“Harapannya, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari keterbukaan yang kami jalankan,” pungkasnya. (sen)
Editor : Nurismi