Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Samarinda Flashback! Mengenang Titik Pertemanan di Citra Niaga dan Warung Kopi Maju

Beraupost • Rabu, 10 Desember 2025 | 12:10 WIB
REUNI: Penulis dan pemilik Warung Kopi Maju di Samarinda. Sayang dia sudah lupa. Kalau tidak ramai kesahnya. (DOK PRIBADI)
REUNI: Penulis dan pemilik Warung Kopi Maju di Samarinda. Sayang dia sudah lupa. Kalau tidak ramai kesahnya. (DOK PRIBADI)

TAK ada yang berubah dari interior Warung Kopi Maju. Lokasinya di Jalan P. Batur, Samarinda. Masih setia memakai arang sebagai pemanas. Bukan gas melon.

Sudah bisa ngopi kah? Hahaha. Dua hari lalu itu mau merapikan rambut. Tukang pangkas rambut ‘Mawar’ di kawasan citra niaga. Tukang potong rambut andalan Mahasiswa dulu. Ongkosnya murah.

Ada wajah baru citra niaga. Pusat souvenir dan kuliner. Mau cari pepes kepala patin, di sini wadahnya.

Saya hanya mutar-mutar tempat. Mengenang titik pertemanan saya dengan almarhum Syamsuddin. Kami ketemunya di kolam susu. Hehehe, itu dulu.

Hanya merapikan. Tukang cukur asal Madura itu juga sudah puluhan tahun di Samarinda . Mengikuti jenis potongan rambut kekinian. Tidak lama. Peralatan cukurnya juga menyesuaikan. Kalau pakai sabun, belum dilupakan.

Sebelum kembali, mampirlah di Warung Kopi Maju. Di pintu depan, banyak pensiunan Pemprov Kaltim. Dan Pemkot duduk santai. So, apa kabar? Kata salah seorang dari mereka.

Sudah pensiun jua, KLO? Hahaha begitulah. Mereka lanjut ngobrol, saya milih duduk di meja dalam. Sengaja biar bisa tabrakan pandangan dengan pemilik warung yang asyik bakar roti.

Pada ponakan yang menemani saya cerita. Kalau di Warung Kopi Maju itu dulu tempat saja jualan Coto Makassar. Gaji saya 10 ribu sehari. Pembelinya lari.

Dulu yang melayani masih ibu itu, kata saya sambil menunjuk ke arah ibu yang asyik memainkan kalkulatornya. Di sini om namanya Frengki, hahaha. Mulai tamu hingga pemilik warung memanggil nama Frengky.

Sayangnya ibu itu lupa. Mana ingat lagi, umur saya sudah 88 tahun, kata dia. Tapi dia memandang dengan senyum khasnya saat saya menyebut nama Frangky. Saya Frengky yang jual Coto Makassar dulu di sini, kata saya.

Setelah saya di Berau lah baru tahu, kalau Warung Kopi Maju itu milik keluarga besar Oetomo Lianto (Pak Aliang). (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra