Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Porprov Kaltim 2026 Terancam! KONI Berau Ungkap Anggaran Anjlok Drastis: Hanya Dapat Rp 8 Miliar dari Usulan Rp 30 M!

Beraupost • Rabu, 10 Desember 2025 | 11:15 WIB
GELAR RAKOR: KONI Berau saat melakukan rakor membahas persiapan Porprov 2026 mendatang. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
GELAR RAKOR: KONI Berau saat melakukan rakor membahas persiapan Porprov 2026 mendatang. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pengurus cabang olahraga (cabor) di Gedung Bapelitbang pada Selasa (9/12).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan strategi menuju Porprov Kaltim 2026, sekaligus membuka fakta bahwa dunia olahraga Berau saat ini menghadapi tekanan anggaran yang cukup serius.

Rakor tersebut dihadiri jajaran KONI Berau, perwakilan 52 dari total 63 cabor aktif, serta Asisten II Setkab Berau, Warji, yang hadir mewakili Bupati Berau.

Suasana forum berlangsung terbuka, dan berbagai persoalan pembinaan olahraga mengemuka sepanjang jalannya diskusi.

Ketua KONI Berau, Taupan Madjid menyampaikan kondisi keuangan KONI tahun 2025 merupakan yang paling menantang dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, pemerintah daerah tidak lagi memberikan dana hibah kepada KONI.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan operasional kini sepenuhnya dibebankan melalui anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau.

“Selama 2025 ini kita tidak menerima anggaran hibah yang dikelola langsung oleh KONI. Bahkan staf KONI sempat delapan bulan tidak menerima gaji, dan baru dirapel empat bulan belakangan,” ucap Taupan.

Minimnya dukungan pendanaan juga dirasakan oleh cabor, terutama menjelang berbagai agenda pertandingan yang harus digelar pada bulan ini.

Kondisi semakin pelik karena anggaran Dispora telah ditutup dan tidak memungkinkan adanya tambahan bantuan.

Taupan mengungkapkan, KONI Berau telah melakukan studi ke KONI Kaltim dan beberapa kabupaten/kota.

Hasilnya, banyak daerah memberikan dukungan anggaran jauh lebih besar. “Di Kutai Timur (Kutim) saja mereka menerima hibah sampai Rp 36 miliar, dan dikelola langsung oleh KONI. Bahkan di beberapa daerah, pengurus KONI mendapat tunjangan aktivitas untuk mendukung kerja mereka,” jelasnya.

Dengan pendanaan yang terbatas, Taupan mengaku khawatir kesiapan Berau di Porprov 2026 bisa terpukul.

Pada Porprov sebelumnya, Berau berhasil masuk dua besar klasemen. Namun, persaingan tahun depan dipastikan lebih sengit.

Meski begitu, ia tetap menyimpan optimisme. Beberapa cabor justru menunjukkan performa menjanjikan pada Babak Kualifikasi (BK), bahkan ada yang meraih predikat juara umum.

“Potensi medali sebenarnya sudah terlihat. Tinggal bagaimana kita menjaga konsistensi atlet,” ujarnya.

Untuk Porprov 2026, KONI Berau mengajukan anggaran senilai Rp 30 miliar, menyesuaikan kebutuhan pembinaan atlet, transportasi, serta akomodasi menuju venue Porprov.

Namun angkanya turun jauh dari harapan. Di mana, hanya sekitar Rp 8 miliar yaitu Rp 5 miliar dari Dispora dan Rp 3 miliar dari DPRD Berau.

“Dengan kebutuhan Rp 30 miliar, dan yang kami terima hanya Rp 8 miliar, tentu ini berdampak besar pada persiapan kita,” tegas Taupan.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Asisten II Setkab Berau, Warji menekankan bahwa kebijakan penyaluran anggaran pasti memiliki latar belakang tertentu.

“Kebijakan itu pasti ada historisnya. Mungkin sebagai langkah pencegahan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Dan anggaran yang melekat di Dispora tentu sudah memiliki posnya masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah KONI Berau mengumpulkan seluruh cabor untuk membahas persoalan secara terbuka, karena hal ini penting untuk mematangkan persiapan menuju Porprov.

“Semua masukan ini akan menjadi perhatian dan kami laporkan kepada Bupati. Olahraga adalah bagian dari prestasi daerah,” tegas Warji.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#anggaran #KONI Berau #Porprov Kaltim