BERAU POST – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin mendesak untuk diadopsi perguruan tinggi.
Hal itu kembali ditegaskan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat menggelar sosialisasi bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Transformasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi” di Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Senin (8/12).
Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut diikuti pulihan mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau Coal serta perwakilan dari Kementerian Perguruan Tinggi.
Dalam pemaparannya melalui zoom meeting, Hetifah menilai perkembangan teknologi, khususnya AI, tak bisa lagi dihindari.
Ia menyebut, dunia kerja saat ini hampir seluruhnya telah memanfaatkan AI sebagai alat bantu, sehingga mahasiswa perlu menyiapkan diri sejak dini.
“Kita tidak menyangka sudah ada di zaman seperti sekarang. AI digunakan di banyak sektor, bukan hanya pekerjaan tetapi juga pendidikan. Karena itu perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri,” ujarnya.
Hetifah menilai Politeknik Sinar Mas Berau Coal, sebagai salah satu politeknik yang berkembang di Kalimantan Timur, memiliki potensi kuat untuk menjadi pelopor transformasi digital di daerah.
Ia mendorong kampus agar tidak ragu memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Politeknik Sinar Mas Berau Coal ini kampus yang maju di Berau. Transformasi digital harus menjadi bagian dari perkembangan kampus, terutama dalam dunia pendidikan tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, dirinya mengingatkan, hadirnya kecerdasan buatan bukan berarti menggantikan peran manusia.
Ia menekankan bahwa kunci utamanya justru berada pada kemampuan mengendalikan dan memanfaatkan teknologi tersebut.
“Perlu digarisbawahi, AI tidak menggantikan manusia. Tapi jika kita tidak mampu memanfaatkannya, maka kita bisa tergantikan oleh mereka yang lebih paham teknologi, baik dari dalam daerah maupun dari luar,” tegasnya.
Penguasaan AI perlu dibarengi dengan pemahaman teknologi yang matang. Pendidikan digital, menurutnya, menjadi dasar penting sebelum mahasiswa memaksimalkan penggunaan AI.
Ia juga mencatat masih ada kampus yang melarang penggunaan AI karena terkendala perangkat pendukung.
“Adopsi AI di kampus harus dijalankan. Ada kampus yang membatasi penggunaan karena perangkatnya belum memadai. Padahal, jika difasilitasi, AI justru sangat membantu proses belajar,” beber Hetifah.
Ia berharap pemanfaatan AI menjadi bagian dari investasi masyarakat terhadap pendidikan. Menurutnya, teknologi ini dapat mempermudah banyak pekerjaan akademik, mulai dari riset hingga proses belajar.
“AI bisa jadi asisten belajar dan riset. Banyak hal yang dapat dipersingkat dengan teknologi ini. Jadi, mari kita jadikan AI sebagai investasi untuk pendidikan kita,” ajaknya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Kris Adu Nugraha, yang turut hadir langsung memberikan dukungan penuh terhadap pemahaman teknologi baru bagi mahasiswa.
Ia menyampaikan, apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi AI sangat berguna bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan diri menghadapi kebutuhan industri. “Bantuan akses pendidikan seperti ini sangat nyata manfaatnya,” ujarnya.
Dibebernya, Politeknik Sinar Mas Berau Coal baru saja menerima bantuan perangkat komputer dari Komisi X DPR RI. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.
“Komputer-komputer itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pengembangan AI,” terangnya.
Kris berharap pemahaman yang diperoleh mahasiswa bisa diterapkan dalam kegiatan akademik maupun dunia kerja kelak. “Kegiatan ini tentu bermanfaat bagi mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau,” tandasnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi