Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cegah Wisatawan Kapok, Diskoperindag Berau Soroti Pentingnya Kejelasan Tarif Layanan dan Makanan

Beraupost • Senin, 8 Desember 2025 | 09:10 WIB
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Eva Yunita. (IZZA/BP)
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Eva Yunita. (IZZA/BP)

BERAU POST  – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau kembali mengingatkan, para pelaku UMKM di kawasan wisata agar menerapkan harga yang wajar serta disampaikan secara terbuka kepada pengunjung.

Imbauan ini disampaikan Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, dan Biduk-biduk yang menjadi lokasi favorit saat libur akhir tahun.

Diakuinya, sektor pariwisata Berau terus berkembang dan keberadaan pelaku UMKM yang melayani kebutuhan wisatawan menjadi bagian penting dalam memberi pengalaman terbaik selama berkunjung.

Karena itu, harga yang jelas dan sesuai dianggap perlu agar wisatawan merasa nyaman dan tidak menemui pengalaman kurang menyenangkan terkait tarif layanan maupun makanan di lokasi wisata.

Selama ini, setiap kunjungan maupun pelatihan kepada pelaku UMKM di kawasan wisata, pihaknya selalu berpesan mengenai pentingnya kebersihan, kecepatan pelayanan, serta kepastian harga tidak pernah diabaikan.

"Ketiga hal tersebut menjadi bagian dasar dari pelayanan wisata yang baik. Jika diterapkan dengan benar, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan tidak ragu kembali berkunjung," ungkapnya.

Wisatawan yang datang tentunya memiliki latar belakang ekonomi berbeda-beda. Karena itu, daftar menu dan tarif harus ditempatkan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mengimbau para pelaku usaha agar tidak hanya menyiapkan daftar menu, tetapi juga mencantumkan harga yang sesuai dan tidak memberatkan konsumen.

Ia mencontohkan harga bahan makanan di daerah wisata seharusnya dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.

Untuk kepulauan atau wilayah pesisir, harga menu berbahan dasar ikan semestinya lebih terjangkau dibandingkan harga ikan bakar di Kecamatan Tanjung Redeb atau wilayah lain yang jauh dari sumber bahan baku.

"Namun untuk menu berbahan dasar daging sapi atau bahan pangan lain yang didatangkan dari luar pulau, harga yang lebih tinggi masih dapat dimaklumi," katanya.

Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek karena hal itu bisa berdampak buruk pada sektor pariwisata Berau.

Menurutnya, pelayanan yang baik, harga yang transparan, dan kualitas produk menjadi kunci agar wisatawan merasa puas dan kembali berkunjung.

Eva berharap pelaku UMKM dapat menjaga citra positif Berau sebagai destinasi wisata yang ramah, nyaman, dan layak dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun internasional.

“Berikan pelayanan terbaik kepada wisatawan guna mendukung perkembangan Berau menjadi destinasi wisata andalan Kaltim, Indonesia, bahkan dunia,” tutupnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Diskoperindag Berau #kawasan wisata #nataru #umkm