Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Maksimalkan Ekowisata Bahari: Kaltim Travel Fair Jadi Pintu Promosi Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk

Beraupost • Jumat, 5 Desember 2025 | 10:40 WIB
TUMBUHKAN WISATAWAN: Kaltim Travel Fair 2025 menjadi ruang temu antara pelaku usaha wisata dari berbagai daerah untuk memperkenalkan potensi pasar pariwisata yang lebih luas. (IZZA/BP)
TUMBUHKAN WISATAWAN: Kaltim Travel Fair 2025 menjadi ruang temu antara pelaku usaha wisata dari berbagai daerah untuk memperkenalkan potensi pasar pariwisata yang lebih luas. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kabupaten Berau menjadi tuan rumah pelaksanaan Kaltim Travel Fair 2025.

Pembukaan rangkaian kegiatan ditandai dengan welcome dinner yang berlangsung di Hotel SM Tower, Rabu (3/12) malam, yang dihadiri pelaku pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia.

Plt Asisten II Setkab Berau, Rusnan Hefni, mengatakan, kehadiran tamu dan peserta dari berbagai daerah menjadi bentuk kepercayaan terhadap potensi pariwisata daerah.

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Berau memperkenalkan potensi wisata yang telah berkembang, sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Dirinya juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu, peserta, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan pariwisata, mitra usaha dan rekan-rekan media dari Malaysia.

Seluruh penjuru Kalimantan Timur dan berbagai daerah di Indonesia khususnya dari Jakarta, Tangerang, Bali, Makassar.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami, Kabupaten Berau menjadi tuan rumah pelaksanaan Kaltim Travel Fair kali ini,” ujarnya.

Dijelaskan, Kaltim Travel Fair menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring pelaku wisata serta mendorong sektor pariwisata agar lebih kompetitif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Berau memiliki kekayaan destinasi alam dan budaya yang telah dikenal luas, mulai dari ekowisata bahari hingga wisata sejarah dan budaya.

Beberapa destinasi unggulan di Berau seperti Kepulauan Derawan, Pulau Maratua, Labuan Cermin, Biduk-Biduk, dan wisata budaya Bumi Batiwakkal termasuk Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Selain itu, masih ada potensi ekowisata hutan dan satwa yang terus berkembang.

“Semua potensi tidak hanya indah tetapi juga menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan nasional,” katanya.

Pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat ekosistem pariwisata melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat lokal, peningkatan kualitas layanan serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Dorongan investasi dan inovasi digital juga terus dilakukan agar pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

“Kami menyadari, pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi tentang manusia dan pengalaman. Kolaborasi antar daerah, pelaku industri, pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” terangnya.

Ketua Panitia Kaltim Travel Fair 2025 sekaligus Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Berau, Indra Wati, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang temu antara buyer dan seller di sektor wisata.

Seller yang hadir tidak hanya dari industri hotel dan biro perjalanan, tetapi juga pelaku paket wisata yang ingin menawarkan layanan ke pasar internasional maupun domestik.

“Kaltim Travel Fair itu ajang pertemuan antara buyer dan seller di sektor pariwisata. Seller itu bisa dari pihak hotel atau penyedia paket wisata yang menawarkan layanan mereka kepada travel agent dari luar daerah,” katanya.

Lanjutnya, setelah welcome dinner kegiatan akan dilanjutkan dengan tabletop pada 4 Desember kemudian trip wisata ke destinasi di Berau di hari ketiga.

Trip itu menjadi bagian penting untuk memperkenalkan daya tarik wisata daerah secara langsung kepada peserta.

Ia menambahkan, Asita selama ini telah memfasilitasi penjualan paket wisata Berau ke berbagai wilayah, termasuk wisata religi ke luar negeri.

Saat ini puluhan travel agent telah tergabung di Asita Berau dan bekerja sama dengan organisasi pendukung seperti Himpunan Pramuwisata (HPI) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Harapannya Kaltim Travel Fair ini tidak berhenti di sini. Kita ingin setiap tahun ada, karena masih banyak wisata yang harus kita kunjungi dan perkenalkan,” ujarnya.

Dirinya berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat dilakukan di destinasi lain di Berau agar promosi wisata semakin merata dan potensi baru bisa terus diperkenalkan kepada publik.

Serta semakin memperluas jejaring hingga dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#pariwisata #Kabupaten Berau #Kaltim Travel Fair #promo wisata