BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau mulai membenahi kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Taman Cendana, yang berada di Jalan Cendana.
Lokasi tersebut selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat, baik untuk berolahraga maupun sekadar bersantai di ruang publik.
Namun kondisi trotoar dan jalur pedestrian yang berada di sisi lapangan tenis dinilai sudah tidak layak lagi digunakan.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata membenarkan, perbaikan kawasan Taman Cendana masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun ini.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan ruang publik tetap layak digunakan sebagai fasilitas umum,” katanya.
Diakuinya, kondisi kawasan tersebut sudah memerlukan perhatian khusus. Selain keramik yang mulai terlepas, area tersebut juga berada di pusat kota dan merupakan bagian dari kawasan strategis pemerintahan.
Lokasinya yang berada di lingkungan rumah jabatan kepala daerah dan menjadi tempat tamu dari luar daerah diterima, dinilai harus memiliki penataan yang baik dan representatif.
Untuk pekerjaan revitalisasi itu, DPUPR Berau telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar. Di mana target pekerjaan selesai pada 22 Desember 2025. Adapun lama pekerjaan tersebut ditarget selama 90 hari.
Lebih lanjut, berdasarkan analisa perencanaan teknis, ditemukan sejumlah titik lain di wilayah perkotaan juga membutuhkan sentuhan rehabilitasi serupa.
Hal itu tidak hanya berlaku di kawasan Taman Cendana, tetapi juga di beberapa ruang terbuka publik yang selama ini digunakan masyarakat.
Salah satu contohnya seperti area gerbang masuk kota di Kilometer 5 Teluk Bayur, kemudian Lapangan Batiwakkal, hingga kawasan ujung Tepian Tanjung Redeb.
Titik-titik tersebut selama ini menjadi bagian dari ruang publik yang sering dimanfaatkan warga, baik untuk olahraga, istirahat, atau hanya sekadar bersantai.
Program penataan ruang terbuka publik tidak bisa dilakukan sekaligus karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Namun dengan skema pembangunan bertahap, pihaknya tetap dapat melanjutkan program berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas.
“Masih bisa dibangun dengan dicicil sedikit-sedikit, yang penting setiap tahun ada progres yang bisa dirasakan masyarakat, karena tidak semua bisa dikerjakan sekaligus dalam satu anggara,” terangnya.
Dirinya diharapkan revitalisasi yang saat ini dilakukan dapat memberi manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas tata ruang perkotaan di Berau, terutama pada area publik yang selama ini menjadi salah satu ruang interaksi warga. (aja/hmd)
Editor : Nurismi