BERAU POST - Meningkatkan konektivitas antarwilayah kembali ditegaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau melalui pelaksanaan Aksi Perubahan yang diinisiasi Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Benny Sepriady Panjaitan, dalam Pelatihan PKA Angkatan III Tahun 2025 pada PUSJAR SKPP LAN SAMARINDA.
Program ini sejalan dengan Rencana Strategis Dinas PUPR Berau serta prioritas RPJMD Berau 2021–2026 yang menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur publik yang berkualitas, adil, dan berwawasan lingkungan.
Aksi Perubahan tersebut lahir dari persoalan klasik yang hingga kini membayangi pembangunan di wilayah pedalaman, terutama Kampung Punan Malinau di Kecamatan Segah.
Jalan yang belum dapat dilalui dengan optimal, keterbatasan anggaran, serta minimnya sinergi antarpemangku kepentingan menjadi tantangan utama yang mendorong lahirnya gagasan bertajuk SIMAJU, atau Sinergi Membangun Jalan untuk Masa Depan.
Gagasan ini menempatkan kolaborasi multipihak sebagai kunci percepatan pembangunan akses jalan di kawasan terpencil.
“Ini merupakan wujud bakti kami, menghadirkan solusi pembangunan yang selama ini kita hadapi,” terangnya.
Benny menekankan bahwa proses kepemimpinan dalam Aksi Perubahan bukan sekadar memenuhi target teknis, tetapi membangun budaya kerja baru yang berbasis kebersamaan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan menjadi model kerja yang dapat diterapkan pada pembangunan infrastruktur lainnya.
Program ini juga dirancang untuk menjawab isu strategis dalam Renstra Dinas PUPR terkait peningkatan kualitas sarana dan prasarana publik.
Dalam tahap implementasi jangka pendek, Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan memfokuskan kegiatan pada pembukaan akses awal menuju Punan Malinau, pembersihan jalur, serta perbaikan darurat di sejumlah titik kritis.
Langkah ini menjadi dasar untuk tahapan pembangunan yang lebih luas, mengingat kondisi geografis serta hambatan regulasi tata ruang dan kehutanan yang selama ini memperlambat proses.
Pembangunan akses jalan tersebut diyakini membawa dampak yang lebih luas bagi masyarakat Segah. Selain meningkatkan mobilitas warga, program ini disebut sebagai tonggak perubahan pola kerja pemerintahan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
Penguatan jejaring antarlembaga diharapkan menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan jangka panjang di kawasan pedalaman Berau.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Berau, Fendra Firnawan berharap seluruh tahapan Aksi Perubahan dapat berjalan sesuai milestone serta memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mendorong geliat ekonomi Punan Malinau. “Kami ingin kegiatan ini memberi dampak langsung bagi masyarakat,” terangnya.
Dengan dasar kolaborasi dan visi pembangunan berkelanjutan, Aksi Perubahan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat konektivitas wilayah serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Segah. (sen)
Editor : Nurismi